Ngopi Santai

Sindrom Gempa Khayalan, Apa Itu dan Apakah Anda Mengalaminya?

"Gempa, gempa, gempa lagiii..," perempuan itu berteriak tiga kali. Ia lari ke halaman rumah meloncat-loncat. Wajahnya menunjukkan kepanikan.

Sindrom Gempa Khayalan, Apa Itu dan Apakah Anda Mengalaminya?
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - "Gempa, gempa, gempa lagiii..," perempuan itu berteriak tiga kali.

Ia lari ke halaman rumah meloncat-loncat. Wajahnya menunjukkan kepanikan.

Penghuni rumah lainnya pun kesambet kepanikan yang sama kemudian menyusul berlari ke luar.

"Di mana ada gempa, mana gempanya?," tanya mereka.

Perempuan itu terdiam lalu menenangkan diri sejenak. Matanya nanar berkeliling menatap bangunan rumah yang sesak bergelantungan sangkar burung.

Loh kenapa tak ada yang bergoyang satu pun? Ia sadar, senyumnya mengembang malu sekejap sesudahnya sembari berkata,

"Ternyata tidak ada gempa ya," ujarnya tersipu kembali ke kamar.

Andai cerita ini tersaji di film kartun bergenre komedi, maka mereka yang ikutan panik akan bereaksi menjatuhkan diri dengan kaki di atas bersuara "Gedubraaak".

Bu Belong nama perempuan itu. Kini ia sering berhalusinasi setelah gempa sungguhan membombardir Lombok hingga guncangannya terasa ke Bali. Dampaknya beberapa kali petani murah senyum ini kaget sendiri.

Hendak melelapkan tubuh yang lelah usai seharian kerja di sawah, mendadak ia terjaga dan berlari sembari berteriak gempa.

Halaman
1234
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help