Terminal Cargo Transhipment Bandara Ngurah Rai Hasil Kerja Sama AP Logistik dan Gapura Angkasa

Dalam pengelolaan Terminal Kargo di PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali telah bekerja sama dengan beberapa Mitra Usaha dan Mitra Kerja

Terminal Cargo Transhipment Bandara Ngurah Rai Hasil Kerja Sama AP Logistik dan Gapura Angkasa
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dalam pengelolaan Terminal Kargo di PT  Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali telah bekerja sama dengan beberapa Mitra Usaha dan Mitra Kerja, salah satunya bekerja sama dengan anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik Cabang Bali.

Di mana AP Logistik yang mengelola Terminal Cargo Transhipment atau Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yaitu kargo-kargo yang transit dari suatu negara ke negara tujuan lainnya melalui transit di Denpasar Bali.

Beberapa waktu lalu telah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara PT Angkasa Pura Logistik Cabang Bali dengan PT Gapura Angkasa Cabang Bali, dalam Penanganan kargo Transshipment dan Dokumen BC 1.2. Garuda Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala Cabang PT Angkasa Pura Logistik Cabang Bali, Dewa Putu Sudarma dengan General Manager PT Gapura Angkasa Cabang Bali, Wasono Waluyo Badrudin.

“Diharapkan kerja sama ini dapat meningkatkan pelayanan kargo di Bandara Internasional  I Gusti Ngurah Rai.

Sehingga keamanan dan keselamatan barang-barang kargo terjamin sesuai SLA,” ungkap Dewa Putu Sudarma, Senin (20/8/2018).

Putu Sudarma menyampaikan, demikian kini telah hadir satu-satunya dan pertama kali di Indonesia suatu usaha logistik  khusus TPS Terminal Cargo Transhipment, yang berada di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Logistik.

“Hadirnya terminal kargo khusus transitment ini juga merupakan jawaban untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan system logistic nasional yang efisien. Serta dapat menjadi pilihan bagi pelaku usaha kargo yang ada di beberapa negara, misalnya Singapura, Hong Kong, China, Australia, dan Negara lainnya di Eropa,” imbuhnya.

Data yang didapatkan pada 3 bulan terakhir tahun 2018 jumlah kargo transit di antaranya: 

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help