Garam Bisa Bikin Daging yang Dimasak Jadi Tak Sehat, Berapa Takaran yang Benar?

Daging merah seperti kambing, sapi, dan domba sebenarnya pangan sehat. Namun, satu yang membuatnya menjadi tak sehat

Garam Bisa Bikin Daging yang Dimasak Jadi Tak Sehat, Berapa Takaran yang Benar?
wikimedia.org  via Tribun Travel
Olahan daging kambing¬† 

TRIBUN-BALI.COM - Daging merah seperti kambing, sapi, dan domba sebenarnya pangan sehat.

Namun, satu yang membuatnya menjadi tak sehat adalah penambahan garam yang berlebihan saat memasak.

Untuk tetap mengupayakan rasa gurih tetapi mengurangi risiko hipertensi akibat garam, warga Indonesia sebenarnya bisa menggunakan kekayaan rempah nusantara.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Johanes Chandrawinata mengatakan, semua rempah-rempah dapat menghasilkan rasa gurih.

"Terutama kemiri,” kata Johanes melalui pesan singkat, Jumat (31/8/2017).

Sementara itu, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Profesor Dr Ir Ali Khomsan mengatakan, selain garam, rasa gurih dapat dihasilkan dari penggunaan lemak.

Ia mengatakan, masyarakat Indonesia punya kebiasaan menambahkan garam dalam kudapan yang semestinya tak perlu dibubuhkan.

Misalnya, jika kamu membeli kentang goreng, garam juga ditaburkan agar rasa kentang menjadi asin.

“Jadi kalau dikatakan garam bermanfaat karena untuk iodium yang diinginkan oleh tubuh, itu benar, tapi kita juga harus mewaspadai garam, maka kita harus biasakan dalam keluarga kita konsumsi garam dalam jumlah wajar,” ucap Ali.

Batasan konsumsi garam perhari yang dibutuhakan tubuh sekitar 3-5 gram.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved