Penyuluhan Pariwisata Kota Denpasar Tahun 2018 Dilaksanakan di Kelurahan Padangsambian

Dinas Pariwisata Kota Denpasar menggelar rapat persiapan penyuluhan kepariwisataan Kota Denpasar

Penyuluhan Pariwisata Kota Denpasar Tahun 2018 Dilaksanakan di Kelurahan Padangsambian
Istimewa
Rapat persiapan penyuluhan Pariwisata, Jumat (24/8/2018), di Kantor Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Gedung Sewaka Dharma, Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk mematangkan kegiatan penyuluhan kepariwisataan Kota Denpasar tahun 2018, Dinas Pariwisata Kota Denpasar menggelar rapat persiapan, Jumat (24/8/2018), di Kantor Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Gedung Sewaka Dharma, Denpasar.

Rapat dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar yang dalam kesempatan tersebut diwakili Kabid Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, IB Alit Surya Antara.

"Penyuluhan kepariwisataan Kota Denpasar Tahun 2018 ini selain sebagai sarana mengembangkan unsur pariwisata baru melalui pemetaan potensi- potensi pariwisata yang belum tergarap, juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang kepariwisataan, guna menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pariwisata," kata Antara.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan 30 September 2018 mendatang di Kelurahan Padangsambian.

Penyuluhan dilakukan melalui media pagelaran seni budaya Bondres Celekontong Mas.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan dua kali setahun di setiap desa/kelurahan secara merata.

Selain itu, juga terus didorong upaya pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan tidak hanya mengacu pada pariwisata alam saja, karena tiap-tiap daerah di Kota Denpasar memiliki potensi yang berbeda.

Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar ini juga memiliki cakupan yang luas, seperti pengembangan pariwisata berbasis budaya, pengembangan pariwisata berbasis kemasyarakatan, pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif, dan pengembangan pariwisata berbasis Tri Hita Karana.

"Potensi itu bisa saja tidak berupa tempat wisata, tapi bisa berbentuk pertunjukan seni budaya, permainan tradisional, seni sastra, serta produk kearifan lokal lainnya" lanjutnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved