Perokok Remaja Meningkat, Rokok Ancam Kualitas Generasi Muda Indonesia

Kampanye memerangi rokok terus digencarkan para pegiat anti rokok di Bali yang tergabung dalam CTCLH Universitas Udayana

Perokok Remaja Meningkat, Rokok Ancam Kualitas Generasi Muda Indonesia
Tribun Bali/M Ulul Azmy/Infografis: Tribun Bali/Prima
PERANGI ROKOK - Center of Excellence for Tobacco Control & Lung Health (CTCLH) Universitas Udayana saat menggelar kampanye memerangi gaya hidup merokok di Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Jumat (24/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kampanye memerangi rokok terus digencarkan para pegiat anti rokok di Bali yang tergabung dalam Center of Excellence for Tobacco Control & Lung Health (CTCLH) Universitas Udayana.

Dari gaya hidup ini dianggap berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus bangsa.

Sementara, fenomena baby smokers dan perokok dini diketahui terus meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun CTCLH dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dalam buku Fakta Tembakau 2014 menunjukkan, tren perilaku merokok terjadi sejak usia muda.

Pada 2013, sebagian besar perilaku merokok dimulai saat umur 15-19 tahun sebanyak 56,9 persen.

Sementara, 17,3 persen mulai merokok sejak umur 10-14 tahun.

Bahkan sebanyak 1,5 persen memulai merokok sejak umur 5-9 tahun.

Ketua CTCLH, Made Kerta Dhuana mengatakan, jika diakumulasi, berarti ada sekitar 75,7 persen perokok Indonesia mulai merokok pada umur belasan tahun kurang dari 20 tahun.

Padahal, semakin dini umur perokok, semakin tinggi pula gangguan produktivitas dan kualitas sumber daya manusianya.

Belum lagi ditambah, kerentanan risiko kasus penyakit semakin tinggi pula.

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved