Rusia dan China Jadi Ancaman Besar, AS Aktifkan Kembali Armada Laut Terkuat Era Perang Dingin

Angkatan Laut Amerika Serikat ( AS) mengumumkan bakal mengaktifkan kembali armada yang terkenal di era Perang Dingin

Rusia dan China Jadi Ancaman Besar, AS Aktifkan Kembali Armada Laut Terkuat Era Perang Dingin
AP PHOTO/HASAN JAMALI
F/A-18C Hornet yang terbang dari Irak mendarat di dek Kapal Induk USS George HW Bush milik US Navy di Teluk Persia, Minggu (10/8/2014). 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC - Angkatan Laut Amerika Serikat ( AS) mengumumkan bakal mengaktifkan kembali armada yang terkenal di era Perang Dingin.

Dilansir Al Arabiya Sabtu (25/8/2018), pengaktifan Armada Kedua terjadi setelah hubungan AS dengan Rusia dan China mengalami eskalasi.

Dibentuk pada Februari 1950, armada dengan kekuatan 126 kapal perang dan kapal selam, bertugas di kawasan Pesisir Timur dan Samudra Atlantik Utara.

Armada dengan total 90.000 personel itu memainkan kunci penting selama Perang Dingin.

Antara lain saat Krisis Rudal Kuba 1962.

Saat itu, kapal dari Armada Kedua melakukan blokade untuk mencegah kapal perang Uni Soviet mengirim rudal balistik ke Kuba.

Armada itu sempat dibubarkan pada 30 September 2011 demi menghemat pengeluaran negara, dan saat itu tensi dengan Rusia berkurang.

Kepala Operasi Angkatan Laut, Laksamana John Richardson, menyebut pembentukan kembali armada dibutuhkan untuk merespon situasi yang begitu dinamis.

"Armada Kedua ini bakal menjadi ujung tombak kami dalam mempertahankan superioritas maritim AS," tutur Richardson dalam upacara pembukaan.

"Dengan adanya armada ini, AS bisa mempertahankan keamanan, pengaruh, dan membagikan kemakmuran di seluruh dunia," terang laksamana asal Virginia itu.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved