Slogan 4 Sehat 5 Sempurna Tak Lagi Relevan, Kemenkes Kini Kampanyekan 'Isi Piringku'

Slogan 4 sehat 5 sempurna (4S 5S) yang selalu digaungkan di ruang kelas SD kini dianggap tak lagi relevan

Slogan 4 Sehat 5 Sempurna Tak Lagi Relevan, Kemenkes Kini Kampanyekan 'Isi Piringku'
Shutterstock
Ilustrasi makanan sehat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Slogan 4 sehat 5 sempurna (4S 5S) yang selalu digaungkan di ruang kelas SD kini dianggap tak lagi relevan.

Ini seiring dengan banyaknya salah kaprah dalam pandangan masyarakat yang menganggap susu sebagai penyempurna gizi.

Dalam konsep 4S 5S tadinya membagi makanan ke dalam empat sumber nutrisi penting, yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur-mayur, dan buah-buahan.

Namun, untuk menyempurnakan gizi, ditambahkanlah sumber makanan yakni susu bila mampu, sehingga utuh menjadi 5 sempurna.

Pandangan masyarakat soal susu inilah yang kemudian membuat konsep 4S 5S dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu gizi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, mengatakan konsep 4S 5S dinilai gagal memberikan pemahaman tentang gizi secara utuh pada masyarakat.

"Padahal susu bukan satu-satunya yang menyempurnakan bahan pangan lainnya. Susu dalam konsep ini sifatnya sebagai pelengkap gizi, bukan berarti mengesampingkan makanan pokok lainnya. Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna tidak memberikan porsi gizi yang jelas," ungkapnya, Sabtu (25/8/2018).

Sebab itu, pihaknya atas instruksi Kementerian Kesehatan kini tengah getol mengampanyekan slogan “Isi Piringku”, menggantikan slogan 4S 5S sebagai pedoman konsumsi harian untuk memenuhi gizi seimbang.

Dalam konsep ini, terang dia, menggambarkan porsi makan harian yang dikonsumsi dalam satu piring harus terdiri dari 50 persen buah dan sayuran.

Sisanya makanan mengandung karbohidrat dan protein.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help