Patahan Sesar Lalui Pesisir Seraya dan Candidasa, Karangasem Masuk 100 Besar Daerah Rawan Bencana

Karangasem masuk 100 besar daerah rawan kena bencana sesuai Indek Resiko Beencana Indonesia (IRBI) 2013.

Patahan Sesar Lalui Pesisir Seraya dan Candidasa,  Karangasem Masuk 100 Besar Daerah Rawan Bencana
Istimewa
(Ilustrasi) Sesar Flores penyebab gempa Bali-NTB 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Karangasem masuk 100 besar daerah rawan kena bencana sesuai Indek Resiko Beencana Indonesia (IRBI) 2013.

Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa pada rapat kerja dengan DPRD Karangasem, Senin (27/8).

Ia mengungkapkan, Karangasem berada di urutan 93 daerah resiko bencana di Indonesia.

Beberapa parameter yang dijadikan pedoman untuk menentukan Indek Resiko bencana di antaranya adalah kondisi wilayah.

Menurutnya, Karangasem merupakan daerah yang dilalui patahan (sesar) fraktur planar atau diskontuinitas dalam volume batuan.

Di mana ada perpindahan signifikan akibat dari gerakan massa batuan. Patahan ini bisa menyebabkan gempa bumi.

Arimbawa mengatakan, patahan sesar melalui Pesisir Pantai Seraya dan Candidasa Kecamatan Karangasem.

Jika patahan ini bergerak cepat akan menyebabkan gempa bumi.

Patahan sesar yang melintasi daerah Karangasem sesuai dengan pemetaan daerah rawan yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Universitas Gajah Mada (UGM). Pemetaan daerah rawan dilakukan sejak tahun 2013 hingga 2014.

Selain dilalui patahan sesar, Karangasem juga memiliki gunung berapi. Gunung Agung masih aktif dan kini masih berada di Level III (Siaga).

"Beberapa daerah di Karangasem terutama di pegunungan berpotensi terjadi longsor dikarenakan kondisi tanah labil. Seperti di Sega Kecamatan Abang, tanahnya mudah bergerak," jelas Arimbawa.

Karena kondisi ini, BPBD Karangasem telah melakukan langkah mitigasi. Satu di antaranya membangun pemecah gelombang dan membentuk desa tangguh bencana di Karangasem.

Ada delapan desa menjadi desa tangguh bencana yakni Desa Besakih, Desa Duda Timur, Ulakan, Desa Purwakerti, Desa Bunutan, Desa Bebandem, Desa Sangkan Gunung, serta Sengkidu.

Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan, BPBD, Wayan Wisma menambahkan, BPBD Karangasem terus memberi edukasi, pelatihan, dan sosialisasi terhadap warga di desa tangguh bencana. Harapannya, ketika terjadi bencana  warga tidak panik.

"Setiap tahun kita hanya mebentuk satu desa tangguh bencana karena anggarannya terbatas. Harapan kita dewan bisa membantu dalam hal pendanaan,"kata Wayan Wisna, peejabat asli Desa Tegalinggah. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved