Puspakumari Sebut Warga Munti Gunung Dikutuk Dewi Danu Jadi Gepeng, Dinsos Tempuh Jalur Niskala

Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem akan menempuh jalur niskala untuk mengatasi masalah gelandangan dan pengemis (gepeng)

Puspakumari Sebut Warga Munti Gunung Dikutuk Dewi Danu Jadi Gepeng, Dinsos Tempuh Jalur Niskala
Tribun Bali/Saiful Rohim
Suasana kampung Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem. Suasana kampung tampak sepi sehari-hari. Sebagian besar warga kampung merantau keluar daerah, diantaranya menjadi pengemis. 

 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem akan menempuh jalur niskala untuk mengatasi masalah gelandangan dan  pengemis (gepeng) di Desa Adat Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem.

Kepala Dinsos Karangasem, Ni Ketut Puspakumari mengatakan jalur niskala yang ditempuh yaitu melakukan upacara mengembalikan kutukan Dewi Danu terhadap warga Desa Adat Munti Gunung.

Dinsos  akan kerjasama dengan Desa Adat Munti Gunung untuk menggelar upacara itu, yang akan dilakukan di sekitar Danau Batur.

Diungkapkan Puspakumari, warga Munti Gunung dikutuk Dewi Danu karena tingkah laku masyarakat.

Konon, pada suatu waktu Dewi Danu berkeliling sekitar Desa Adat Munti Gunung dengan menyamar menjadi pengemis. Ketika hendak minta air, Dewi Danu malah diusir oleh warga Munti.

"Memang warga Munti Gunung dikutuk menjadi gepeng. Makanya kita tempuh secara niskala untuk mengatasinya. Rencana upacara kita gelar perkiraan tanggal 7 September 2018. Desa masih mencari duasa (hari baik) kapan upacara digelar," jelas Ketut Puspakumarii.

Proses upacara akan melibatkan seluruh warga di Munti Gunung, baik yang menjadi gepeng atau tidak. Saat ini krama desa masih mempersiapkan sarana dan prasarana.

Puspakumari yang mantan Kadisdukcapil Karangasem ini berharap  kegiatan upacara bisa berjalan lancar.

"Warga di Munti Gunung meng-gepeng karena tergiur dengan penghasilan. Satu hari bisa dapat 100 ribu hingga 300 ribu rupiah. Semoga melalui upacara, warga Munti malu menggepeng serta kemudian berhenti," harap Ni Puspakumari.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved