Tokoh Ini Terbunuh di Dalam Kandungan, Menjadi Raja Saat Dewasa, Siapa Dia?

Ketika perang saudara keluarga Bharata yaitu Bharata Yudha usai di Kuruksetra, kesedihan menyelimuti seluruh jagat.

Tokoh Ini Terbunuh di Dalam Kandungan, Menjadi Raja Saat Dewasa, Siapa Dia?
Tribun Bali/Putu Supartika
Sendratari dari Sanggar Paripurna, Desa Bona, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (28/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ketika perang saudara keluarga Bharata yaitu Bharata Yudha usai di Kuruksetra, kesedihan menyelimuti seluruh jagat.

Kematian, kehilangan sanak saudara menyisakan duka yang mendalam.

Sakit hati juga mekar dalam diri Aswatama dan ingin melakukan balas dendam terhadap kematian sang ayah yaitu Bhagawan Drona.

Ia ingin menghabisi semua keturunan Pandawa.

Hingga pada suatu malam, Aswatama menyelinap ke dalam perkemahan para Pandawa untuk menjalankan misi balas dendam.

Ia membunuh ksatria yang tersisa saat mereka tengah tertidur lelap.

Srikandi dan Drestajumena adalah dua ksatria yang terbunuh dalam pembalasan di malam jahanam itu.

Selain itu, lima anak Panca Pandawa dari Dewi Drupadi juga dibunuh dengan kejam.

Tidak hanya membunuh, namun Aswatama juga membakar perkemahan Pandawa yang membuat kegemparan.

Teka-teki tentang siapa pelakunya menyeruak hingga atas bantuan Kresna diketahuilah bahwa pelakunya adalah Aswatama.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved