Simpang Ring Banjar

Memaknai Kesenian Barong Jadi Simbol Persatuan Sejak Abad XVIII Masehi

Kesenian Barong sudah menjadi bagian budaya Banjar Taman Sari Desa Pakraman Intaram, Sanur, Denpasar.

Memaknai Kesenian Barong Jadi Simbol Persatuan Sejak Abad XVIII Masehi
istimewa

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kesenian Barong sudah menjadi bagian budaya Banjar Taman Sari Desa Pakraman Intaram, Sanur, Denpasar.

Krama menganggap sosok Barong dan Rangda sebagai sesuhunan dan pelindung wilayah Banjar Taman Sari.

Keberadaan sesuhunan ini pun sangat dihormati.

“Selain sebagai pelindung, Barong kami anggap sebagai simbol persatuan," ungkap Kelian Banjar Taman Sari, Ida Bagus Kompyang Sulendra, S.Ag., M.Si.

"Hal ini dikarenakan dulu di banjar kami sempat ada dua kelompok yang saling bergesekan. Namun dua kelompok ini akhirnya akur kembali dikarenakan memiliki tujuan yang sama untuk melestarikan kesenian Barong Intaran."

"Hingga saat ini krama banjar kami tetap kompak dan menjunjung erat prinsip salunglung sabayantaka,”

Barong dan Rangda diperkirakan telah ada di Banjar Taman Sari sejak abad XVIII Masehi.

Keberadaannya pun tidak lepas dari adanya gamelan klasik Semara Pegulingan.

“Gamelan inilah yang menjadi pengiring sesuhunan saat Ida masolah,” jelasnya.

Perangkat Gamelan Semara Pegulingan yang ada di Banjar Taman Sari sudah berumur lebih dari 200 tahun.

Halaman
123
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved