'Orang Berlari Mengungsi karena Dikepung Asap, Ini Termasuk Bencana'

Solidaritas untuk Warga Celukan Bawang, Komunitas Pojok Buat Mural 30 Km di Tempat Ini

'Orang Berlari Mengungsi karena Dikepung Asap, Ini Termasuk Bencana'
TRIBUN BALI/PUTU SUPARTIKA
Seorang seniman mural, Proses pembuatan mural 'Orang Berlari Mengungsi karena Dikepung Asap di Gang Rajawali, Kamis (30/8/2018). Pembuatan mural sebagai aksi solidaritas untuk warga Celukan Bawang dari Komunitas Pojok. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Ketika pohon terakhir tumbang... laut terakhir mengering... sudah terlambat untuk menyesal.. (anonimus)."

Itulah kata-kata yang tercetak tebal pada salah satu mural yang tengah dibuat di Jalan Teuku Umar, Gang Rajawali, Denpasar.

Ada juga tulisan, "waspada Celukan Bawang," dengan latar belakang ikan yang terbakar api.

Selain itu gambar ikan menggunakan masker, maskot Kabupaten Buleleng yaitu Singa Ambara Raja dengan banyak kabel, orang berlari menggunakan masker karena asap mengepul dari cerobong asap juga ada pohon kelapa yang tertutup asap.

"Ini ceritanya petani kelapa yang merugi dan yang berlari itu orang mengungsi karena dikepung asap. Ini termasuk bencana," kata pembuat mural orang berlari menggunakan masker ini.

Ketika Tribun-Bali.com ke lokasi mural, Kamis (30/8/2018) terlihat empat seniman tengah menggarap mural di sepanjang Gang Rajawali dengan jarak kurang lebih 30 meter.

Mural ini adalah bentuk solidaritas untuk warga Celukan Bawang yang mengajukan banding setalah kalah di PTUN terkait proyek pengembangan PLTU Batubara di Celukan Bawang.

Mural ini digagas Komunitas Pojok dengan tajuk Mural Jamming.

Namun dalam penggarapan mural ini tak hanya diikuti Komunitas Pojok, namun ikut juga beberapa komunitas seperti Komunitas Djamur dan beberapa seniman lain sehingga ada sekitar 10 orang seniman yang ikut membuat mural.

"Ini kita mengajak beberapa seniman di luar Pojok untuk ikut dan bagaimana seniman menterjemahkan tema dari mural ini yang intinya berkaitan dengan PLTU Celukan Bawang," kata seniman yang memperkenalkan diri bernama L Taji.

Taji menambahkan mural ini telah dimulai sejak Minggu (26/8/2018) dan direncakan berlangsung selama satu minggu.

Mural ini juga sudah mendapatkan izin kelian dan masyarakat setempat.

"Bahkan mereka termasuk memberi suport ke kita, karena awalnya kan tidak sepanjang gang ini, tapi warga menyarankan agar dilanjutlan maka sepanjang ini jadinya," imbuhnya. (*)

VIDEO: Solidaritas Untuk Warga Celukan Bawang, Komunitas Pojok Buat Mural 30 meter

Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved