Punya Nilai Sejarah Zaman Penjajahan, Monumen Perjuangan Desa Munggu Kini Justru Tak Terurus

Mengenal sejarah di zaman sekarang mungkin menjadi hal yang tidak menarik, apalagi hanya sekadar melihat dan mengetahuinya

Punya Nilai Sejarah Zaman Penjajahan, Monumen Perjuangan Desa Munggu Kini Justru Tak Terurus
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Monumen Perjuangan di Desa Munggu terlihat tidak terawat dengan bendera Merah Putih disampingnya, Minggu (9/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mengenal sejarah di zaman sekarang mungkin menjadi hal yang tidak menarik, apalagi hanya sekadar melihat dan mengetahuinya.

Kita seakan lupa akan sejarah yang pernah ada, padahal sejarah mengajarkan kita akan sesuatu hal yang bisa membuat kita lebih mencintai bangsa ini sendiri.

Salah satunya adalah Monumen Perjuangan yang ada di Banjar Adat Penataran Agung, Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali.

Saat berkunjung ke Desa Munggu, mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa ada sejarah di balik Desa ini.

Saat Tribun-Bali.com mengunjungi Desa Munggu, monumen ini mengingatkan sejarah penjajahan di Bali.

Menurut keterangan yang Tribun-Bali.com terima dari Kepala Desa Adat Munggu di Banjar Adat Penataran Agung, I Nyoman Murdana, dahulu monumen ini merupakan inisiatif dari para tokoh saat itu.

"Monumen ini merupakan inisiatif dari tokoh kita, yang telah dibangun oleh Ketua Veteran dulu, bernama Guru Kugeg yang berasal dari Langon," jelasnya.

Murdana juga mengatakan, Guru Kugeg merupakan salah satu tokoh Desa Munggu, di mana menjadi basis bagi para pejuang terdahulu.

Pejuang yang datang ke Desa Munggu merupakan para pejuang yang menyelamatkan diri dari serangan musuh ataupun kejaran para penjajah.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved