Tiga Hari Terjual 80 Biji, Jeruk Bali Shindas Jadi Primadona di KTNA Kota Denpasar

Dalam kegiatan PEDA XXVI Petani Nelayan Provinsi Bali Tahun 2018, jeruk bali shindas menjadi primadona di stand KTNA Kota Denpasar

Tiga Hari Terjual 80 Biji, Jeruk Bali Shindas Jadi Primadona di KTNA Kota Denpasar
Tribun Bali/Karsiani Putri
Produk Favorit - Ketut Budiarsa berfoto dengan membawa produk favorit yang ada di stand KTNA Kota Denpasar, Minggu (9/9/2018) dalam acara Pekan Daerah (PEDA XXVI) Petani Nelayan Provinsi Bali Tahun 2018 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Dalam kegiatan Pekan Daerah XXVI Petani-Nelayan Provinsi Bali Tahun 2018, jeruk bali shindas menjadi primadona di stand KTNA Kota Denpasar.

Terbukti dari jumlah penjualan jeruk bali shindas yang mencapai 80 buah dalam tiga hari, yakni mulai tanggal 7-9 September 2018.

Punya ukuran dan berat lebih besar dibanding jeruk biasa, Jeruk bali shindas dijual Rp 15.000 perkilo.

Diungkapkan oleh Anggota KTNA Kota Denpasar sekaligus petani jeruk bali shindas, Ketut Budiarsa yang ditemui Tribun Bali pada Minggu (9/9/2018) di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali, selain dimakan langsung, jeruk bali shindas sangat cocok untuk diolah menjadi bahan jeruk.

“Buah ini merupakan buah asli ekowisata subak Sembung Peguyangan Denpasar, dan tidak hanya buah jeruk bali jenis shindas saja yang banyak terjual, klejat bali dan cemilan lainnya juga banyak dibeli,” ucapnya.

Untuk produk klejat bali dijual dengan harga Rp 20 ribu, dan ada juga kripik singkong beserta cemilan lainnya.

Tidak kalah dengan yang lain, produk pertanian juga menjadi salah satu primadona di stand ini.

Pekan Daerah (PEDA XXVI) Petani Nelayan Provinsi Bali Tahun 2018 dibuka mulai dari tanggal 7 September 2018 sampai dengan 12 September 2018, berlokasi di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help