Pelaku Jambret di Kuta Utara Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi, Mengaku Jadikan WNA Sebagai Target

Petugas memberikan tembakan peringatan, namun tersangka yang tidak menghiraukan peringatan petugas berusaha lari.

Pelaku Jambret di Kuta Utara Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi, Mengaku Jadikan WNA Sebagai Target
Istimewa
Kapolsek Kuta Utara, AKP Johannes H.W.D Nainggolan, S.I.K saat menunjukkan barang bukti kejahatan dan tersangka pelaku penjambretan di wilayah Kuta Utara 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Polsek Kuta Utara bersama Tim Jatanras Polda Bali menghadiahi timah panas kepada pelaku penjambretan yang menyasar warga negara asing (WNA), Senin (10/9/2018).

Pelaku yang bernama I Komang Punduh (26) asal Tianyar Karangasem yang memberikan perlawanan terhadap pihak Kepolisian saat akan ditangkap di sebuah kos-kosan, di Jalan Mataram, Kuta, Badung, Bali.

Kapolsek Kuta Utara, AKP Johannes H.W.D Nainggolan, S.I.K mengatakan, bahwa pelaku melakukan aksi dengan cara merampas barang milik korban.

"Pelaku melakukan penjambretan di wilayah Kuta Utara menyasar Warga Asing yang sedang mencari alamat dengan memegang handphonenya dan pelaku langsung merampas dan melarikannya," terangnya pada Minggu (9/9/2018) saat membacakan rilis hasil pengungkapan kasus penjambretan.

Selain itu, Johannes menambahkan pelaku pada saat dilakukan penangkapan melawan petugas untuk berusaha melarikan diri.

Hingga akhirnya petugas memberikan tembakan peringatan, namun tersangka yang tidak menghiraukan peringatan petugas berusaha lari.

Petugas yang melihat tersangka akan kabur dan tidak menghiraukan peringatan terpaksa mengambil tindakkan dengan memberikan timah panas ke arah kaki tersangka yang mengenai kaki kirinya.

"Terakhir pelaku melakukan kejahatanya itu di jalan Raya Batu Bolong dengan korban bernama Georgia Louise Pitkin asal Inggris, Kamis 16 Agustus 2018 lalu," tambahnya.

Pelaku mengakui melakukan penjambretan ini dan menyasar para wisatawan yang berada di kawasan wisata Kuta Utara.

Tersangka juga mengakui telah beraksi lebih dari tiga kali seperti di wilayah Seminyak, Kuta dan Kuta Utara.

Kini ia harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Kuta Utara guna mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved