Saat Wakapolres Gianyar Kecapean Imbangi Sandiaga Uno yang Berlari Tanpa Henti

Wakapolres Gianyar, Kompol I Nengah Sudiarta, tidak menyangka tenaganya banyak terkuras saat menemani Sandiaga Uno

Saat Wakapolres Gianyar Kecapean Imbangi Sandiaga Uno yang Berlari Tanpa Henti
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Wakapolres Gianyar, Kompol I Nengah Sudiarta, tidak menyangka tenaganya banyak terkuras saat menemani bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno dalam lomba lari, Maybak Bali Marathon (MBM), di By Pass Ida Bagus Mantra, Gianyar, Minggu (9/9/2018) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR –  Wakapolres Gianyar, Kompol I Nengah Sudiarta, tidak menyangka tenaganya banyak terkuras saat menemani bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno dalam lomba lari, Maybak Bali Marathon (MBM), di By Pass Ida Bagus Mantra, Gianyar, Minggu (9/9/2018) pagi.

Stamina mantan Wakil Gubernur Jakarta itu, seperti tak ada habisnya. 

Sandiaga terus berlari tanpa henti, atau diselingi berjalan santai untuk memulihkan nafas.

Baca: Posisi Rossi Tergeser, Ternyata Bukan Marquez yang Jadi Penguasa San Marino, tapi Pebalap Ini

Baca: Mudarta Optimistis Suara Prabowo-Sandi di Bali Akan Dongkrak Demokrat

Baca: Detik-detik Pelari Asal Jakarta Meninggal Saat Capai Garis Finis, Begini Suasana di Lokasi Kejadian

“Syukur saya sudah terbiasa berlari, sehingga bisa mengimbangi sama garis finish dengan terus beriringan. Saya akui, lumayan capek untuk mengimbangi (Sandiaga Uno),” ujar Wakolres Gianyar, Kompol Sudiarta.

Informasi dihimpu Tribun-Bali.com, ajang yang diikuti 10.749 orang pelari dari berbagai negara ini, memiliki tiga pilihan rute.

Di antaranya rute 10K, 21K dan 42K. Pada awalnya, Sandiaga berkeinginan memilih rute 42K.

Namun, lantaran agendanya di Bali relatif padat, Sandiaga Uno terpaksa memilih rute 10K.

Baca: Lina Bersama Pria Berkacamata Pamer Tawa Bahagia, Sule Malah Doakan Begini

Sandiaga Uno betul-betul menikmati olahraga atletik ini.

Dia berlari tanpa pengawalan khusus, hanya ditemani Wakapolres Gianya saja.

Hebatnya, selama perjalanan, Sadiaga Uno tidak sekalipun berhenti untuk mengatur nafas.

Dari garis star hingga finis, ia berlari secara stabil, dan hanya membutuhkan waktu 60 menit untuk menempuh jarak 10 kilometer tersebut.

Tak hanya itu, setibanya di garis finis, Sandiaga tidak terlihat tersengal-sengal laiknya orang kecapekan.

“Ini sangat menyenangkan, ditambah lagi udara yang segar dari pulau Bali. Jadi, sedikitpun tidak ada masalah. Semoga ajang seperti ini terus digelar, sebab ini juga bisa menjadi spot untuk menunjang pariwisata Bali,” ujar politikus yang karib disapa Sandi itu.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved