Liputan Khusus

Sejarah Lahirnya Perguruan Silat Bakti Negara Hingga Torehkan Prestasi Mengagumkan Ini Bagi Bali

Perguruan silat khas Bali inilah yang berhasil mengantarkan tiga putra putri Bali meraih medali emas dalam ajang Asian Games 2018.

Sejarah Lahirnya Perguruan Silat Bakti Negara Hingga Torehkan Prestasi Mengagumkan Ini Bagi Bali
ist/Tribun Bali/Prima
Atlet Pencak silat PSPS Bakti Negara, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Patung pria berpakaian serba hitam terlihat jelas tatkala Tribun Bali memasuki kediaman I Bagus Alit Sucipta di Jalan Indra Jaya, Banjar Tegal Kauh, Desa Ubung Kaja, Denpasar, Rabu (5/9) siang.

Tepat di bawah patung itu, terlihat tulisan 'Bagus Made Rai Keplag'.

Sosok dalam patung ini adalah salah satu pendiri Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara bersama dengan 5 pendekar silat lainnya pada 31 Januari 1955.

Almarhum Bagus Made Rai Keplag dulunya adalah mantan Ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat PSPS Bakti Negara generasi pertama sejak organisasi itu dibentuk.

Perguruan silat khas Bali inilah yang berhasil mengantarkan tiga putra putri Bali meraih medali emas dalam ajang Asian Games 2018.

"Kami sangat bersyukur sekali sampai saat ini Pencak Silat Bakti Negara masih tetap konsisten menorehkan prestasi baik tingkat nasional dan internasional," kata cucu kandung dari Bagus Made Rai Keplag, I Bagus Alit Sucipta yang kini menjabat sebagai Ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat PSPS Bakti Negara, setelah ayahnya Bagus Alit Dira wafat pada 2017 lalu.

"Patung Bagus Made Rai Keplag dibuat tujuh tahun lalu (tahun 2011) untuk mengenang semangat beliau sebagai panutan keluarga," kata Bagus Alit Sucipta yang akrab disapa Gus Bota ini.

Datangnya penjajah Belanda yang ingin berkuasa menjadi cikal bakal tumbuhnya seni bela diri tradisional di Bali.

Sebelum bernama pencak silat, seni bela diri ini memiliki berbagai nama di Indonesia sebelum tahun 1948.

Di Bali misalnya, tetua Bali menyebut Tengklung. Sedangkan di Jawa Tengah bernama Pencak, Jawa Barat disebut Mainpo (main pukul), dan di daerah Sumatera disebut Silek.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved