Apa Saja yang Dibahas dalam Acara Temu Kopi 2018? Cari Jawabannya di Sini

Temu kopi 2018 merupakan forum dua hari yang akan mempertemukan perwakilan mata rantai kopi di seluruh Indonesia

Apa Saja yang Dibahas dalam Acara Temu Kopi 2018? Cari Jawabannya di Sini
Tribun Bali/Karsiani Putri
Para narasumber dalam kegiatan Temu Kopi 2018 tengah berdiskusi pada Rabu (12/9/2018), di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Temu kopi 2018 merupakan forum dua hari yang akan mempertemukan perwakilan mata rantai kopi di seluruh Indonesia untuk presentasi yang informatif, diskusi panel, dan eksplorasi simulasi dalam hal keberhasilan, tantangan, dan kesempatan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yakni Rabu (12/9/2018) sampai dengan Kamis (13/9/2018) ini, nantinya akan mendatangkan pembicara kunci yaitu Chief Sustainability Officer untuk Asosiasi Kopi Spesial (Specialty Coffee Association), Kim Elena Ionescu.

Lutheran World Relief Country Director Indonesia, Ade Reno Sudiarno ketika ditemui Tribun Bali, Rabu (12/9/2018), di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali menuturkan mengenai masalah petani kopi yang dilihat pihaknya selama ini.

“Yang pertama, Saya kira para petani kita masih perlu punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan kualitas produksinya, yang kedua dalam aspek financial inclusen perlu mendapatkan pinjaman untuk meningkatkan produktivitasnya. Dan ketiga untuk akses pasar, petani perlu mendapatkan pasar yang lebih baik, menguntungkan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam forum ini, nantinya akan memberikan kesempatan berharga kepada pemain kunci dalam mata rantai perdagangan kopi, dari kebun ke cangkir, termasuk petani, eksportir, importir, pembeli dan roaster, untuk terhubung dengan perwakilan sektor nirlaba dan publik dalam membangun hubungan saling menguntungkan.

Ade Reno juga menambahkan, pihaknya berharap setelah selesainya kegiatan ini, semua pihak yang tergabung dapat menjalin kerja sama yang baik sehingga kedepannya dapat saling menguntungkan kedua belah pihak.

Dalam dua hari pelaksanaan kegiatan, peserta akan diajak untuk berdiskusi, uji cita rasa kopi, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Dan akan ada banyak kesempatan untuk berjejaring dengan para peserta acara, serta dalam acara Temu Kopi ini akan menampilkan cupping, di mana para peserta akan mencoba kopi dari Indonesia, termasuk Gayo, Lintong, Jawa, Flores, dan Bali.

Selain itu, juga akan ada simulasi distribusi harga di mana peserta dapat mempelajari bagaimana harga kopi terdistribusi dari petani sampai ke roaster. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved