Gunung Agung Terkini

Basarnas Antisipasi Bencana Gunung Agung, Siagakan Personel Langsung di Karangasem

Pihaknya akan memberdayakan semua personel agar bisa memperkecil dampak yang ditimbulkan jika Gunung Agung erupsi.

Basarnas Antisipasi Bencana Gunung Agung, Siagakan Personel Langsung di Karangasem
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Rapat koordinasi SAR Daerah Provinsi Bali di Prime Plaza Sanur Bali, Rabu (12/9/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan antisipasi peningkatan status Gunung Agung, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan rapat koordinasi SAR Daerah Provinsi Bali di Prime Plaza Sanur Bali, Rabu (12/9/2018).

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kantor Denpasar, I Ketut Gede Ardana mengatakan rapat koordinasi ini juga dimaksudkan untuk inventarisasi kekuatan dalam antisipasi penanggulangan bencana.

"Kita punya PR Gunung Api Agung karena kita tidak tahu dan tidak bisa memprediksi aktivitasnya sehingga untuk meningkatkan kesiapsiaagaan kita adakan forum ini. Agar saat kejadian tidak lagi ada panik dan bingung melakukan apa. Sehingga kapanpun dimanapun ada bencana sudah betul-betul siap karena saling mengenal baik dari Basarnas, TNI, Polri, juga BPBD," katanya.

Pihaknya akan memberdayakan semua personel agar bisa memperkecil dampak yang ditimbulkan jika Gunung Agung erupsi. 

“Apabila misalnya memakan korban kita bisa minimalkan. Jika betul terjadi kita sudah siap peralatan dan sudah mapping semua," katanya.

Kekuatan Basarnas saat ini ada 124 personel dan apabila masih kekurangan personel akan didukung oleh personel perbatasan seperti Lombok, Kupang, maupun Surabaya.

Pihaknya bekerja berdasarkan laporan hasil pemantauan dari PVMBG.

Juga telah disiagakan tim dengan anggota 14 orang serta 2 mobil truk di Pesangkan, Selat, Karangasem dengan tujuannya antisipasi peningkatan aktivitas.

"Jika terjadi kita sudah langsung bergerak dari sana dan tidak lagi kita berangkat dari kantor," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera mengatakan bahwa Bali merupakan pulau kecil yang rentan terhadap potensi terjadinya bencana, terlebih dengan keberadaan Gunung Api Agung di Kecamatan Rendang. 

"Gunung Api Agung adalah yang tertinggi di pulau Bali, dimana ketinggiannya mencapai 3.142 mdpl dan merupakan gunung berapi tipe stratovolcano, memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam. Gunung Agung terakhir meletus pada tahun 1963, Juli 2017 dan Juni 2018, bahkan hingga kini masih berada pada level III atau siaga," katanya. 

Ia menambahkan daerah yang paling berpotensi tinggi untuk terdampak bencana erupsi Gunung Agung yaitu Kabupaten Karangasem, yang berjumlah 23 desa yaitu Ababi, Pidpid, Nawakerti, Datah, Bebandem, Jungutan, Buana Giri, Tulamben, Dukuh, Kubu, Baturinggit, Ban, Sukadana, Menanga, Besakih, Pempatan, Selat, Peringasari, Muncan, Duda Utara, Amertha Bhuana, Sebudi, dan Buda Keling.

Diperkirakan ada 77.815 jiwa penduduk di wilayah ini. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved