Menanti Janji Dimas Kanjeng Yang Sebut Bisa Gandakan Soto dan Rawon di Pengadilan, Ini yang Terjadi

Kesempatan Dimas Kanjeng untuk mengajukan saksi a de charge (meringankan) dan janjinya menunjukkan kemampuan penggandaan uang, soto dan rawon.

Menanti Janji Dimas Kanjeng Yang Sebut Bisa Gandakan Soto dan Rawon di Pengadilan, Ini yang Terjadi
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat berada di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri Surabaya untuk menjalani sidang, Rabu (15/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Lagi-lagi terdakwa kasus penggandaan uang, Dimas Kanjeng Taat Pribadi tak hadir dalam lanjutan persidangan di PN Surabaya.

Dalam persidangan itu, Dimas Kanjeng hanya mengirim surat izin sakit tanpa keterangan.

Jaksa Penuntut Umun (JPU) M Nizar hanya memberitahu majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, bahwa Dimas Kanjeng tak bisa hadir dalam sidang ini.

“Kami tadi pagi menerima surat pemberitahuan dari Rutan Medaeng mengenai absennya Dimas Kanjeng,” jelasnya, Rabu (12/9/2018).

Setelah menyerahkan surat pemberitahuan pada majelis hakim, hakim Anne Rusiana lalu meminta sidang ditunda pekan depan atau 19 September, untuk menghadirkan Dimas Kanjeng.

“Kami minta dihadirkan pekan depan,” tegasnya.

Sedangkan usai sidang, JPU Nizar tak bisa menjelaskan sakit yang diderita Dimas Kanjeng.

Dia hanya menerima surat pemberitahuan dari Rutan Medaeng, bahwa Dimas Kanjeng izin sakit selama tiga hari, terhitung Rabu (12/9/2018) hingga Jumat (14/9/2018).

“Tak disebutkan keterangannya sakit apa. Cuma disebut izin tiga hari,” urainya.

Yang pasti, sesuai agenda sidang, maka ini adalah kesempatan Dimas Kanjeng untuk mengajukan saksi a de charge (meringankan) dan janjinya menunjukkan kemampuan penggandaan uang, soto dan rawon.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help