Polsek Kuta Utara Berhasil Ringkus Dua Pelaku Penganiayaan Terhadap WNA Asal Swiss

Tim Operasional Reskrim Polsek Kuta Utara mengamankan dua pelaku pengeroyokan terhadap warga negara asing

Polsek Kuta Utara Berhasil Ringkus Dua Pelaku Penganiayaan Terhadap WNA Asal Swiss
Istimewa
Kapolsek Kuta Utara AKP Johhanes H.W.D Nainggolan, S.I.K., bersama Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara saat merilis pelaku kekerasan terhadap WNA Asal Swiss, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tim Operasional Reskrim Polsek Kuta Utara mengamankan dua pelaku pengeroyokan terhadap warga negara asing (WNA) yang terjadi pada 23 Agustus 2018 lalu.

Korban yang bernama Luca Dario Bottacin (26) WNA asal Swiss, mengaku mengalami kekerasan di depan Old Mans Restaurant, Jalan Raya Batu Bolong, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali.

Kapolsek Kuta Utara AKP Johhanes H.W.D Nainggolan,S.I.K., mengatakan, menerima laporan kekerasan terhadap WNA di wilayah Kuta Utara tidak lama setelah terjadi pemukulan.

"Saat kami terima laporan dari korban pengeroyokan tersebut, kami proses dan setelah itu melakukan penyisiran terhadap pelaku yang dilaporkan korban ini," ujarnya Rabu (12/9/2018).

Sebelumnya petugas kepolisian dari Polsek Kuta Utara menerima laporan bahwa telah terjadi pengeroyokan terhadap WNA di Depan Old Mans Restaurant, Jalan Raya Batu Bolong, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.

Tim Operasional Reskrim Polsek Kuta Utara langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi setelah menerima laporan tersebut.

Setelah mencari dari keterangan para saksi, Tim Operasional Reskrim Polsek Kuta Utara akhirnya berhasil mengendus para pelaku pengeroyokan tersebut.

Petugas langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku di tempat tinggalnya, Gang Poppies 1, Kuta, Badung.

Pelaku yang diketahui identitasnya bernama Okta Viandri (28) dan Muhamad Irfan Dinil (22) yang berprofesi sebagai ladyboy akhirnya diamankan oleh Tim Operasional Reskrim Polsek Kuta Utara pada Sabtu (1/9/2018) pukul 17.30 WITA.

Di hadapan petugas, kedua pelaku mengakui semua perbuatannya melakukan pemukulan terhadap korban pada Kamis (23/8/2018).

Menurut pelaku, mereka tidak terima karena tarif pelayanan tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan dari korban tersebut.

"Pelaku mengakui melakukan penganiayaan tersebut di mana berawal dari ketidakpuasan kedua pelaku terhadap pembayaran tarif jasanya," tambahnya saat merilis kasus pengeroyokan didampingi Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara pada Rabu (12/09/2018).

Saat ini kedua pelaku harus menerima hukuman dari pihak kepolisian, untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved