7000 Petani di Denpasar Belum Dapat Kartu Tani

Lahan pertanian yang tersisa di Denpasar kurang lebih masih 2500 Ha tapi produksi padi mencapai 10 hingga 12 ton per hektar

7000 Petani di Denpasar Belum Dapat Kartu Tani
Tribun Bali/Putu Supartika
Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, I Gede Ambara Putra. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lahan pertanian yang tersisa di Denpasar kurang lebih masih 2500 Ha.

Dan menurut Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, I Gede Ambara Putra saat ditemui di ruangannya, Kamis (13/9/2018), produksi padi capai 10 hingga 12 ton per hektar.

"Walaupun sawahnya sedikit, namun produktivitas di Denpasar 6.6 per hektar dan tertinggi di Bali, provinsi saja 6.2," kata Ambara.

Ia mengatakan bahwa petani Denpasar tidak mau menerima bantuan jika tidak benih unggul, dan itu menurutnya yang menyebabkan hasil produksi padi di Denpasar tinggi.

Sistem pertanian di Denpasar yaitu menanam padi dua kali, palawija sekali.

Pembagian airnya juga menggunakan sistem genap ganjil.

"Tahun genap dapat, tahun ganjil tidak dapat air, sehingga mereka menanam jagung atau palawija," katanya.

Saat ini pihaknya juga menggencarkan kartu tani yang sudah disebar sebanyak 3000 kartu.

"Kartu tani ini juga sekaligus pendataan jumlah petani lahan yang ada. Ini juga untuk database keperluan pupuk di Denpasar," katanya.

Ia mengatakan, saat ini di Denpasar ada sekitar 10 ribu petani.

Sehingga masih ada 7000an petani yang belum mendapatkan kartu tani. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved