Desak Pengukuran Ulang soal Pengurugan Proyek Pelabuhan, Paiketan Krama Bali Datangi Pelindo III

Puluhan komponen masyarakat yang tergabung dalam Paiketan Krama Bali mendatangi Kantor Pimpinan Pelindo III Denpasa

Desak Pengukuran Ulang soal Pengurugan Proyek Pelabuhan, Paiketan Krama Bali Datangi Pelindo III
Tribun Bali/Putu Supartika
Pertemuan Paiketan Krama Bali dengan Pihak Pelindo III Denpasar, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kamis (13/9/2018), puluhan komponen masyarakat yang tergabung dalam Paiketan Krama Bali mendatangi Kantor Pimpinan Pelindo III Denpasar.

Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan terkait pengurugan yang dilakukan oleh Pelindo dalam proyek pengembangan Pelabuhan Benoa.

Ketua Umum Paiketan Krama Bali, Agung Suryawan Wirantha mengatakan, pihaknya akan mengawal terus pengembangan Pelabuhan Benoa ini, agar jangan sampai terjadi hal-hal menyimpang yang terjadi di luar pembangunan pelabuhan yang nantinya merugikan masyarakat Bali.

"Rencananya ada tempat pembangunan usaha kecil menengah, bagaimana dengan yang sudah ada. Kita juga berpikir untuk dampak yang jauh seperti di Sukawati," kata Wiranatha.

Ia juga meminta agar pihak Pelindo III melakukan pengukuran ulang terkait pengurugan yang dilakukan.

"Ukur ulang gambarnya, batas-batasnya kalau melebihi harus dikembalikan sebagaimana dulu di Padanggalak, sehingga dikembalikan lagi sesuai batasan yang sesuai," katanya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT Pelindo III cabang Pelabuhan Benoa I Wayan Eka Saputra mengatakan, pihaknya telah bekerja sesuai dengan ketentuan dan peruntukan yang ada.

"Ini tidak ada yang lebih, kita bekerja sesuai ketentuan sebatas mana. Karena kami juga diaudit oleh bagian hukum lingkungan hidup itu dari kementerian. Kami tidak berani keluar dari perizinan yang ditetapkan," kata Eka.

Ia mengatakan bahwa seminggu lalu juga telah ada audit dari bagian hukum Kementerian Lingkungan Hidup.

"Sehingga kami tidak boleh keluar dari yang sudah diizinkan," katanya.

Pengurugan yang dilakukan tersebut diperuntukan sebagai dumping area sebagaimana rencana induk pelabuhan dan sudah memiliki ijin amdal.

"Itu dumping hasil pengerugan ditaruh di sana sesuai peruntukannya dan sesuai amdal juga rencana induk pelabuhan," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help