Tak Mau Ada Bencana, Warga Tanjung Benoa Desak PT Pelindo III Perlihatkan Amdal

Seandainya terjadi abrasi, ia tidak tahu generasi kedepannya akan dibawa kemana.

Tak Mau Ada Bencana, Warga Tanjung Benoa Desak PT Pelindo III Perlihatkan Amdal
TRIBUN BALI/PUTU SUPARTIKA
Ketua LPM Kelurahan Tanjung Benoa, I Kadek Duarsa mengatakan bahwa masyarakat Tanjung Benoa tidak ada yang mengetahui terkait dokumen amdal pengerukan yang dilakukan oleh PT Pelindo III Denpasar terkait pengembangan Pelabuhan Benoa. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua LPM Kelurahan Tanjung Benoa, I Kadek Duarsa mengatakan bahwa masyarakat Tanjung Benoa tidak ada yang mengetahui terkait dokumen amdal pengerukan yang dilakukan oleh PT Pelindo III Denpasar terkait pengembangan Pelabuhan Benoa.

"Masyarakat Tanjung Benoa tidak mengetahui dokumen amdalnya. Dan itu saya inginkan. Izin dan amdal wajib diterima hari ini," kata Duarsa saat pertemuan antara Paiketan Krama Bali dengan pihak PT Pelindo III Denpasar, Kamis (13/9/2018).

Ia mengatakan wilayah Tanjung Benoa tipis dan terkait pengerukan yang terjadi tidak lebih dari 20 meter dari daratan pesisir, dirinya khawatir akan dampak ke depannya.

"Pasti akan terjadi bencana kedepannya, dan itulah dasarnya saya meminta dokumen amdal untuk bisa mengetahui dampaknya dan juga bagaimana mitigasi bencana yang dilakukan," katanya.

Tanjung Benoa menurutnya memiliki luas 524 hektar dengan dua desa adat.

Sementara itu luas Desa Adat Tanjung Benoa yaitu sekitar 320 hektar.

Seandainya terjadi abrasi, ia tidak tahu generasi kedepannya akan dibawa kemana.

"Jika memikirkan bisnis, untuk Tanjung Benoa apa yang kita dapatkan agar generasi Tanjung Benoa bisa bertahan hidup. Pantai Utara Tanjung Benoa sudah jebol akibat pengerukan ini. Dokumen amdal bukan dokumen rahasia dan wajib diberikan ke masyarakat yang terdampak," jelasnya.

Jika ada getaran sedikit batu-batu yang ada di dalam akan ambruk dan otomatis Tanjung Benoa pasti akan ikut ambruk.

"Mungkin ini memang kehendak Ida Hyang Widhi. Tapi, saya tetap melawan takdir kenapa Tanjung Benoa dibeginikan. Yang dipikir mitigasinya di kota madya, padahal dampaknya di Tanjung Benoa," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved