Gelar Pertemuan Jaringan ASEAN, LPSK Angkat Tema Perlindungan Saksi dan Korban Terorisme

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menggelar “Pertemuan Ketiga Jaringan ASEAN untuk Perlindungan Saksi dan Korban”

Gelar Pertemuan Jaringan ASEAN, LPSK Angkat Tema Perlindungan Saksi dan Korban Terorisme
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana forum Pertemuan Ketiga Jaringan ASEAN untuk Perlindungan Saksi dan Korban yang dihadiri delegasi dari negara-negara di Asia Tenggara ditambah peninjau, seperti Australia dan Papua Nugini di Bali Dinasty Resort, Kuta, Bali, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menggelar "Pertemuan Ketiga Jaringan ASEAN untuk Perlindungan Saksi dan Korban", yang dihadiri delegasi dari negara-negara di Asia Tenggara ditambah peninjau, seperti Australia dan Papua Nugini selama dua hari, mulai 12-13 September 2018 di Denpasar, Bali.

Konferensi pers membahas hasil dari pertemuan selama dua hari tersebut, yang dilaksanakan di Bali Dinasty Resort, Kuta, Bali.

Kamis (13/9/2018), Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai menjelaskan, ASEAN Network perlu dilakukan pertemuan setiap tahun sekali dengan negara-negara anggota ASEAN.

Tema Perlindungan Saksi dan Korban terorisme dipilih karena maraknya serangan teroris.

Di sisi lain sudah banyak melakukan pencegahan dan pemeberantasan tindak pidana terorisme, akan tetapi bagi korban terorisme itu sendiri masih banyak yang belum bisa ditangani dengan baik.

"Jadi, kami ingin menjadikan pertemuan ini sebagai momentum dalam rangka mengajak semua orang untuk memberi perhatian terhadap korban kejahatan khususnya terorisme," ujarnya.

Dalam pertemuan ini, narasumber maupun peserta sepakat bahwa kejahatan terorisme adalah kejahatan yang luar biasa dan perlu dilakukan penanganan yang sungguh-sungguh terhadap para korban.

Di tingkat Nasional, penanganan terhadap korban dilakukan secara bersama oleh beberapa lembaga yang terlibat serta pemerintah pusat, pemerintah daerah, LPSK, dan sebagainya.

Namun di tingkat Internasional ASEAN ini, dirumuskan kembali atau menjadi sebuah kesepakatan, agar ketika terjadi peristiwa terorisme di luar negeri, dibutuhkan kerja sama atau saling membantu.

"Ya agar para korban tidak mengalami penderitaan terus menerus," ungkapnya.

Poin yang dihasilkan selain komitmen yakni pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang setelah itu disampaikan ke kesekretariatan ASEAN, agar network ini bisa menjadi satu di level ASEAN.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help