Kemen PPPA Tetapkan Pengendalian Rokok Sebagai Prioritas Utama

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara acara 12th Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT12th) di Nusa Dua

Kemen PPPA Tetapkan Pengendalian Rokok Sebagai Prioritas Utama
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana kegiatan 12th Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT12th) dengan tema "Pengendalian Tembakau untuk Pembangunan Berkelanjutan: Memastikan Lahirnya Generasi Sehat" di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara acara 12th Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT12th) di Nusa Dua, Bali.

Tema yang diangkat yakni "Pengendalian Tembakau untuk Pembangunan Berkelanjutan: Memastikan Lahirnya Generasi Sehat".

Acara ini digelar sebagai bentuk komitmen negara-negara Asia Pasifik dalam upaya pengendalian tembakau yang semakin mengkhawatirkan khususnya di Indonesia.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Yohana mengungkapkan, telah menetapkan pengendalian rokok sebagai salah satu program prioritas.

Hal ini disebabkan tingginya jumlah anak yang terkena dampak bahaya rokok di Indonesia.

Sebanyak 2-3 dari 10 anak Indonesia usia 15-19 tahun merupakan perokok aktif (Kemenkes, 2017).

"Jumlah perokok usia anak di bawah usia 18 tahun juga meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 8,8 persen pada 2016. Fakta yang juga mengkhawatirkan yaitu 34,71 persen anak usia 5-17 tahun diketahui menghisap lebih dari 70 batang rokok perminggu (SUSENAS, 2016)," ungkapnya.

Yohana menambahkan, menurut Kemenkes 2016, sekitar 33 persen siswa laki-laki dan 17 persen dari seluruh jumlah siswa di Indonesia, merokok untuk pertama kali pada usia di bawah 13 tahun, umumnya di bangku sekolah dasar.

Selain itu, sekitar 49 persen atau 43 juta dari total 87 juta anak di Indonesia telah terpapar asap rokok (perokok pasif).

Sekitar 11,4 juta atau 27 persen di antaranya merupakan anak berusia di bawah 5 tahun atau balita.

"Tembakau maupun rokok merupakan zat berbahaya, yang berdampak buruk bagi kesehatan anak di masa depan, bahkan dapat menyebabkan kematian," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved