Memupuk Karakter Melalui Tarian dan Nyanyian Pada Ratusan Siswa yang Tampil di BMN 2018

Ratusan siswa-siswi TK Ratna Kumarasari dan TK Sai Prema Kumara Denpasar tampil dalam gelaran pentas seni Bali Mandara Nawanatya (BMN)

Memupuk Karakter Melalui Tarian dan Nyanyian Pada Ratusan Siswa yang Tampil di BMN 2018
TRIBUN BALI/WEMA SATYA DINATA
Ratusan siswa-siswi dari TK Ratna Kumarasari dan TK Sai Prema Kumara Denpasar mendapat kesempatan tampil dalam gelaran pentas seni akhir pekan Bali Mandara Nawanatya (BMN) III tahun 2018 di Kalangan Angsoka, Art Center Denpasar pada Jumat (14/9/2018) sore. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ratusan siswa-siswi dari TK Ratna Kumarasari dan TK Sai Prema Kumara Denpasar mendapat kesempatan tampil dalam gelaran pentas seni akhir pekan Bali Mandara Nawanatya (BMN) III tahun 2018 di Kalangan Angsoka, Art Center Denpasar pada Jumat (14/9/2018) sore.

Kepala TK Sai Prema Kumara, Wayan Wijadnya mengatakan, beberapa jenis kesenian yang ditampilkan di antaranya tari-tarian dan paduan suara.

Lanjutnya, dalam paduan suara mengajarkan tentang pendidikan karakter, bagaimana anak-anak mencintai sesama dan tidak membeda-bedakan.

“Misalnya, kita suku Bali, bergaulnya tidak sama yang Bali aja. Anak-anak sudah mempraktekkan, ketika mereka membawa konsumsi lebih kemudian mereka berbagi dengan anak-anak TK lain. Nyanyian itu tidak hanya dinyanyikan, tapi langsung dipraktekkan,” tutur Wijadnya.

Selain itu, kata dia, ada juga paduan suara keagamaan, untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan budi pekerti.

Selanjutnya, kesenian tradisional yang dipentaskan adalah tabuh gong kebyar, tari Sekar Tunjung yang menjadi ikon sekolah, yang mana melambangkan bunga yang disucikan umat Hindu sebagai tempat beristananya para dewa.

“Jadi, kita menganalogikan sekolah itu suci sehingga layak untuk para Dewa turun memberikan anugerah untuk anak-anak,” ujarnya.

Anak didiknya juga menarikan tarian India, yang tujuannya untuk mendapat wawasan tentang budaya negara lain, sehingga mereka semakin menghargai dengan budayanya sendiri.

Selain itu, ada juga tari Seledet Pong, dan tari ‘Monkey Banana’ dari anak-anak kelompok bermain.

Adapun latihan yang diberikan fokusnya baru tiga minggu saja karena anak-anak tersebut merupakan murid baru.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help