Serba Serbi

Bunga Mengkudu Untuk Obat Cacing Pada Bayi Menurut Lontar Usada Tumbal, Begini Meraciknya

Semua bahan tersebut direndang (nyahnyah), campur, giling halus, dan dijadikan 7 butir bulatan.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Saat bayi cacingan, untuk pengobatannya selain menggunakan obat yang bisa dibeli di apotek, juga bisa menggunakan obat yang disediakan dari alam.

Salah satunya dengan menggunakan bunga mengkudu.

Dalam Lontar Usada Tumbal yang diterjemahkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Tingkat I Bali, adapun obat untuk bayi cacingan yaitu dengan menggunakan sarana bunga mengkudu (tibah) sebanyak 8 biji.

Dicampur dengan 8 buah bawang putih, jangu 8 iris, kunir 8 iris.

Semua bahan tersebut direndang (nyahnyah), campur, giling halus, dan dijadikan 7 butir bulatan. 

Kemudian jemur hingga kering, selanjutnya diminum tiap tiga hari sekali sebanyak 1 biji.

Hal senada juga terdapat dalam Lontar Usada Rare.

Sarana lain yang ada pada Lontar Usada Rare untuk obat cacingan yaitu kulit pohon kamboja, kunir, ketumbar, diramu dan dijadikan bedak tubuh. 

Ada pula penggunaan sarana daun wani, meduri, empu kunir, jahe, dilumatkan dan ditempelkan di ubun-ubun. 

Selain itu obat perut cacingan, menggunakan sarana akar kasegsegan, mahmah, yang digunakan menetesi mata pasien. 

Apabila cacingnya tidak keluar, sarananya diganti dengan kapur bubuk, kencur, diramu untuk bedak, dan untuk obat minum, menggunakan nira manis, air liur, getah ampalas, lalu diramu.

Sementara jika bayi cacingan menahun digunakan sarana kapur, merica, dipendam dalam abu panas, setelah matang, diperas untuk menetesi mata. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help