Festival Jangan Hanya Pertunjukan Saja, Cok Ace Berharap Ada Berbagai Kegiatan Pertanian

Puluhan petani tampak sibuk menggarap lahan pertaniannya di Subak Jatiluwih, Tabanan, Jumat (14/9/2018)

Festival Jangan Hanya Pertunjukan Saja, Cok Ace Berharap Ada Berbagai Kegiatan Pertanian
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Sejumlah petani saat menggarap lahan pertaniannya di Jatiluwih, Tabanan, Jumat (14/9/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Puluhan petani tampak sibuk menggarap lahan pertaniannya di Subak Jatiluwih, Tabanan, Jumat (14/9/2018).

Mejukut massal merupakan salah satu kegiatan tradisional yang ditampilkan pada Jatiluwih Festival II ini.

Selain Mejukut Massal, penampilan musisi Wayan Balawan juga menyedot dan berhasil memukau penonton, lewat lantunan melodi gitarnya yang dipadukan dengan gamelan dan tarian Celepuk yang merupakan maskot dari Jatiluwih.

Menurut pantauan, sekitar pukul 11.00 WITA Jatiluwih Festival II ini dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace di D'Uma Open Stage Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Menurut Cok Ace, pelaksanaan festival ini memang sangat positif untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.

Namun, belum maksimal dalam pengembangan wisata.

Selain itu, juga dalam pelaksanaan festival juga harus lebih mengedepankan pelaksanaan agriculture jangan kegiatan pertunjukan saja.

"Sangat positif, kami sangat mendorong acara ini. Kami harapkan kesadaran masyarakat setempat karena dengan menjaga lingkungan bisa juga memberikan nilai ekonomi," ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam kegiatan festival jangan hanya menampilkan pertunjukan saja.

Melainkan lebih mengedepankan kegiatan agriculture seperti melaksanakan panen padi bersama dan kegiatan yang merupakan culture dari Jatiluwih sendiri.

"Jadi agar tidak pertunjukan ini saja yang ditampilkan, melainkan ada agriculture seperti panen padi bersama saat pelaksanaan festival ini," sarannya.

Cok Ace juga mengkritisi pelaksanaan festival terlalu singkat.

Seharusnya, ada rangkaian-rangkaian kegiatan lain seperti diskusi tentang pertanian, mengundang wisatawan, dan kegiatan bisa berlangsung beberapa hari, sehingga wisatawan bisa menginap di Jatiluwih atau di rumah penduduk dan homestay yang tersedia.

"Seharusnya, ada rangkaian-rangkaian kegiatan lain seperti diskusi tentang pertanian, mengundang wisatawan, kegiatan bisa berlangsung beberapa hari sehingga wisatawan bisa menginap di sini (Jatiluwih)," tandasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menekankan, agar instansi terkait tetap menjaga kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) dan menjaga Tabanan agar tetap ajeg.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help