Hidup Kala Rau Dituntaskan Oleh Cakra Sudarsama

Dentang musik dan suara cak mengalun mengawali pementasan dari SMA Negeri Bali Mandara

Hidup Kala Rau Dituntaskan Oleh Cakra Sudarsama
Tribun Bali/Putu Supartika
Dentang musik dan suara cak mengalun mengawali pementasan dari SMA Negeri Bali Mandara, Sabtu (15/9/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dentang musik dan suara cak mengalun mengawali pementasan dari SMA Negeri Bali Mandara di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Sabtu (15/9/2018) malam.

353 pemain cak menunjukkan kebolehannya dalam bermain cak yang mengundang tepuk tangan para penonton.

Kisah ini bermula dari lautan Ksiraranawa, ketika para dewa akan mencari tirta amerta atau air suci keabdaian.

Saat para dewa tak bisa mengaduk lautan yang maha luas, dimintalah bantuan raksasa.

Gunung Mandara Giri pun dipenggal untuk mengaduk lautan Ksirarnawa ini dengan tali pengikatnya adalah Naga Basuki.

Setelah melalui pengadukan yang begitulama muncullah bidadari membawa tirta amerta.

Dengan sigap kawanan raksasa mebdahului para dewa merebut tirta amerta ini dan dibawa kabur.

Tirta amerta itu lalu diserahkan kepada Kala Rau.

Mengetahui tirta amerta direbut raksasa, Dewa Wisnu pun datang ke dunia para raksasa dengan menyamar menjadi gadis cantik bernama Diah Mohini.

"Saya bidadari dari Indraloka. Saya bosan hidup di Indraloka dan sekarang saya ingin hidup bebas," kata Diah Mohini.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved