Hendra Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun hingga Biodesel

Sejak tahun 2013 Hendra Setyawan telah memanfaatkan minyak jelantah jadi sesuatu yang bermanfaat

Hendra Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun hingga Biodesel
Tribun Bali/Putu Supartika
Hendra Setyawan menunjukkan produk olahan minyak jelantah di Pameran Lingkungan, Lumintang, Minggu (16/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak tahun 2013 Hendra Setyawan telah memanfaatkan minyak jelantah jadi sesuatu yang bermanfaat.

Dari tangan kreatifnya lahirlah sabun, lilin, oktan busser, hingga biodesel atau solar.

"Ini sebenarnya idenya sudah lama, tapi baru saya mulai tahun 2013 karena saya masih mencari formulanya," kata Hendra, Minggu (16/9/2018) saat Pameran Lingkungan di Lumintang.

Ia pun membuat usaha tersebut dengan label Yayasan Lengis Hijau yang beralamat di Jalan Cargo Sari 4X, Ubung Kaja, Denpasar.

Minyak jelantah ia bersihkan dari kotoran dengan cara dipanaskan lalu ditambahkan metanol untuk memotong rantai lemak.

Untuk menjadi solar diendapkan sehingga didapat solar nabati atau solar belum bersih.

Agar bersih, kembali dibersihkan dengan membuang metanolnya sehingga jadilah solar.

Sementara untuk membuat lilin, minyak jelantah dicampur 30 persen lilin bekas ditambahkan satu zat tertentu, lalu dipanaskan.

Jika mau menambah aroma tertentu tinggal ditambahkan zat aroma.

Sementara untuk sabun ia memanfaatkan busa alami yaitu dengan gula pasir.

Dalam membuat produk ini dirinya juga telah mendapat pembinaan dari Kementerian ESDM, DLHK Kota Denpasar, dan Ristekdikti. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved