Ngaben Telah Ada Sejak 1300 Tahun Lalu

Ida Pedanda Gede Buruan Manuaba mengatakan tradisi menyelesaikan mayat di Bali tercatat di China telah berlangsung sejak abad ke-7

Ngaben Telah Ada Sejak 1300 Tahun Lalu
Tribun Bali/Putu Supartika
Seminar Reformasi Ritual Upacara dan Upakara Ngaben yang dilaksanakan di Gedung Santhi Graha, Minggu (16/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ida Pedanda Gede Buruan Manuaba mengatakan tradisi menyelesaikan mayat di Bali tercatat di China telah berlangsung sejak abad ke-7 atau 1300 tahun yang lalu.

Saat kematian, mayat dibersihkan, pada mulutnya dimasukkan emas, dibungkus kain putih, dan dibakar dengan kayu harum dan mirip dengan upacara ngaben.

Ida juga mengatakan ngaben yang dikubur tanpa digali saat pengabenan dilakukan di daerah Bali kuno dekat pegunungan, dekat dengan kahyangan dan ngaben yang dikubur lalu digali dan dibakar yang disebut nyawa wedana dilakukan di Bali daratan, serta ngaben yang langsung dibakar disebut sawa prateka.

"Dikenal juga tiga jenis ngaben yaitu ngaben dadakan, ngaben panyeleh, dan ngaben massal," kata Ida saat jadi pembicara dalam Seminar Reformasi Ritual Upacara dan Upakara Ngaben yang dilaksanakan di Gedung Santhi Graha, Minggu (16/9/2018).

Ngaben dadakan dilakukan dalam tenggang waktu 7 hari setelah meninggal, dengan tingkatan upacara dari tingkat mitra yadnya, nywasta gni, pranawa dan ngwangun sesuai dengan kemampuan.

Ngaben panyelah merupakan ngaben yang dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu, namun secara sendiri-sendiri di rumah masing masing, sedangkan ngaben massal adalah ngaben yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu dan dalam tempat yang sama secara bersama-sama, yang pada umumnya mengambil tingkatan ngwangun dengan ngaben kinembulan, dengan menggunakan upakara bebangkit.

Di dalam pengabenan khususnya ngaben sarat, yang pokok disucikan adalah tri sarira, yang membentuk hidup manusia yaitu stula sarita, antah karana sarira, dan suksma sarira. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved