Sopir Truk Diciduk Polisi Saat Konsumsi Sabu-sabu, Wayan Rispa Mengaku untuk Tambah Stamina

Menggunakan pakaian tahanan berwarna oranye, Wayan Rispa Ginaya tampak didampingi seorang petugas Satnarkoba Polres Bangli

Sopir Truk Diciduk Polisi Saat Konsumsi Sabu-sabu, Wayan Rispa Mengaku untuk Tambah Stamina
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kasat Narkoba Polres Bangli, AKP I Putu Sunarcaya menunjukkan barang bukti berupa alat hisap bong dan satu paket narkoba jenis sabu-sabu. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Menggunakan pakaian tahanan berwarna oranye, Wayan Rispa Ginaya tampak didampingi seorang petugas Satnarkoba Polres Bangli, Senin (17/9/2018).

Pria berumur 29 tahun asal Banjar kayukapas, Desa/Kecamatan Kintamani itu tertangkap basah usai mengkonsumsi narkoba saat dilakukan penggeledahan.

Ditemui Senin (17/9/2018), Ayah tiga anak ini mengaku telah mengkonsumsi narkoba sejak setahun silam.

Ia bahkan mengkonsumsi barang haram tersebut di rumahnya sendiri, saat dini hari sebelum berangkat kerja untuk mengangkut pasir di Karangasem.

“Saya pakai sendiri, karena jika tidak pakai badan rasanya lemas,” ucap pria yang bekerja sebagai sopir truk ini.

Kasat Narkoba Polres Bangli, AKP I Putu Sunarcaya, menjelaskan penggeledeahan tersebut bermula dari informasi masyarakat yang kerap melihat Rispa menggunakan narkoba, hingga akhirnya pada hari Minggu (16/9/2018) pukul 00.15 WITA, pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut.

Paparnya, saat dilakukan penggeledahan Wayan Rispa tengah berada di ruang tamu, dekat dengan kamar tidurnya.

Petugas langsung mengamankan dia, berikut dengan barang bukti berupa alat hisap bong, dua pipet kaca, dua pipet plastik, dan satu paket sabu-sabu seberat 0,32 gram bruto atau 0,10 gram netto.

“Berdasarkan pengakuannya, ia menggunakan narkoba sebelum berangkat ke Karangasem untuk mengangkut pasir dini hari. Saat kami lakukan penggeledahan, pelaku tengah berada di ruang tamu, dan narkoba tersebut tergeletak di lantai. Sedangkan anggota keluarga lain saat itu tengah tertidur,” ujarnya.

Lanjut AKP Putu Sunarcaya, pelaku memang telah mengkonsumsi narkoba selama satu tahun.

Mulanya, ia memesan dari seseorang berinisial D.

Namun pengedar tersebut telah ditangkap oleh pihak Polres Karangasem.

Baru dua bulan belakangan, dia memesan dari pengedar lain seharga Rp 400 ribu.

“Kami sudah kantongi identitas pengedar berinisial K ini. Dia berasal dari Bangli, dan masih dalam penyelidikan. Kami juga akan lakukan pengembangan lebih lanjut, sebab pelaku mendapatkan kontak pengedar K dari pengedar D. Terhadap pelaku, karena ia merupakan pengguna, maka dipersangkakan pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman paling singkat 4 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp 800 juta,” tandasnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help