Wanita Hamil dan Balita di Lombok Diserang Wabah Ini, Pemkab Nyatakan Darurat Kesehatan

Penyakit yang ditularkan nyamuk ini menyebar di tempat-tempat penampungan pengungsi, pasca gempa bumi

Wanita Hamil dan Balita di Lombok Diserang Wabah Ini, Pemkab Nyatakan Darurat Kesehatan
TRIBUN BALI/ BUSRAH ARDANS
Sejumlah warga di Matarm lebih memilih mendirikan tenda darurat di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya, Senin (6/8/2018). Warga Lombok kini diserang bahaya wabah malaria. Pemkab setepat nyatakan darudat kesehatan. 

TRIBUN-BALI.COM, LOMBOK - Wabah Malaria merajalela di Lombok Barat dan menjangkiti sedikitnya 137 orang.

Korban yang tertular juga mencakup perempuan hamil dan balita.

Penyakit yang ditularkan nyamuk ini terutama menyebar di tempat-tempat penampungan pengungsi, pasca gempa bumi yang meluluhlantakkan kawasan timur dan barat Lombok.

Angka infeksi Malaria di Lombok saat ini mencapai dua kali lipat lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Akibatnya pemerintah kabupaten Lombok Barat mendeklarasikan darurat kesehatan untuk wilayahnya.

Sejauh ini pemerintah lokal dan Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah mencegah penyebaran Malaria dengan mengambil sampel darah, mendistribusikan jaring anti nyamuk dan mengasapi sejumlah titik penyebaran penyakit.

Satu di antara kasus menimpa Amaq Aniyah, 65, yang didiagnosa mengidap malaria setelah merasa tidak sehat selama sepekan.

Akibat gempa merubuhkan rumahnya awal Agustus silam, dia terpaksa tinggal di tenda penampungan.

Relawan medis pun membagi-bagikan jala anti nyamuk kepada penghuni kamp seperti Amaq.

Baca: Lama Tak Jual Bubur, Begini Kondisi Mat Solar yang Berusaha Bangkit dan Gigih untuk Keluarga

Baca: Melihat Langsung Kekasihnya Digilir Dua Pemuda, Remaja Ini Pilih Akhiri Hidup

Baca: Berat Badan Turun 30 Kg Sejak Ditahan, Begini Kondisi Pretty Asmara Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

"Idealnya kami memberikan jala nyamuk kepada semua orang, tapi karena kami hanya punya beberapa jadi kami harus selektif," kata Farlin, relawan medis yang telah bertugas di Lombok sejak Agustus lalu. Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, mengatakan pihaknya hanya memiliki 3.000 jala nyamuk, meski yang dibutuhkan melebihi 10.000 jala.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help