Bali Paradise

Desa Film Internasional Berbasis Budaya Lokal Akan Berdiri di Bali, Ini Lokasinya

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur Baliwood Land

Desa Film Internasional Berbasis Budaya Lokal Akan Berdiri di Bali, Ini Lokasinya
Istimewa
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur Baliwood Land, Senin (17/9/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Senin (17/9/2018), menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur Baliwood Land dan penandatanganan prasasti bersama CEO Founder Baliwood Group & Land, DR (Hon) R. Arvin I. Miracelova, SE. Dipl (Arts), CAPM, CMP, bertempat di Lapangan Pura Dalem Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kabupaten Badung.

Baliwood Land adalah Pengembangan Desa Wisata Film Bertaraf Internasional (pionir) yang sedang berjalan, berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan, serta memiliki multi zona yakni zona world tourism (wahana-wahana Film Adventures dikelola oleh warga desa filmmakers), global community scale production (digital media/filmmaking worldwide), world friendships (Baliwood TV prog), dan zona edukasi internasional (cultural assets for film production assets).

Pada kesempatan tersebut Pangdam IX/Udayana memberikan sambutan yang pada intinya menyampaikan, Baliwood Land hadir seiring pesatnya pertumbuhan digital media dunia tanpa batas, dan perkembangan industri kontennya.

Baliwood direncanakan akan menjadi pusat dunia.

Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani kata dia, dipilih sebagai tempat pembangunan Baliwood Land dan Pencanangan Desa Film Internasional Berbasis Budaya Lokal sebagai Desa Wisata Dunia dan Zona Global Industri Konten Digital itu ialah sangat tepat.

"Karena memiliki berbagai spot yang menonjolkan keindahan alam yang masih sangat asri, berkelas dunia dan masih jarang dijamah oleh para wisatawan," kata Pangdam.

Di sisi lain, untuk pembangunan ekosistem non fisik khususnya dalam membangun sumber daya manusia desa, film juga memiliki potensi besar sehingga menjadi sebuah desa pemberdayaan skala global.

"Sebagai sebuah desa produksi global dengan mengubahnya menjadi sebuah kampung film, secara otomatis akan menjadi pengembangan ekosistem non fisik setempat (SDM Lokal)," ungkapnya.

Ia menambahkan, membangun Desa Wisata Dunia dengan ikon global dan tematik yang unik serta berbeda, otomatis akan terbentuk Desa Tourism Dunia, Desa Edukasi Internasional, Desa Pemberdayaan, Desa Komunitas Global, Desa Ekonomi Kreatif, Desa Produksi (konten) Global, dan Desa Pusat Knowledge Global.

Hal itu lanjutnya, akan sangat sesuai dengan moto Baliwood yaitu “Dari Bali Untuk Indonesia, Dipersembahkan Untuk Dunia”.

"Tentu kita semua menaruh besar Baliwood Land dapat menjadikan Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani sebagai salah satu ikon global dari Bali," demikian ujarnya.

Para pejabat yang hadir pada kesempatan tersebut antara lain, Aster Kasdam IX/Udayana, Kapendam IX/Udayana, Dandim 1611/Badung, Dir Pam Obvit Polda Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tripika Kecamatan Abian Semal, Pejabat Pelindo, serta Toga, Todat dan Tomas Desa Abian Semal Dauh Yeh Cane Badung. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help