Dinilai Miliki Keunggulan, 29 Calon Kajari Studi ke Kejari Gianyar

Sebanyak 29 orang calon Kepala Kejasaan Negeri (Kajari) se Indonesia, melakukan kegiatan ‘benchmarking’

Dinilai Miliki Keunggulan, 29 Calon Kajari Studi ke Kejari Gianyar
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Para calon Kajari se Indonesia bersama Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung RI, Amran saat berada di Kejari Gianyar, Rabu (19/9/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sebanyak 29 orang calon Kepala Kejasaan Negeri (Kajari) se-Indonesia, melakukan kegiatan ‘benchmarking’ (semacam studibanding), ke Kejari Gianyar, Rabu (19/9/2018).

Hal tersebut dikarenakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) menilai Kejari Gianyar, memiliki sejumlah inovasi yang tak dimiliki Kejari lainnya di Indonesia.

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung RI, Amran mengatakan, ada 30 orang pejabat kejaksaan se Indonesia, yang tengah mengikuti pendidikan Pimpinan III.

Di antaranya, satu orang Kajari Merauke dan 29 orang lagi merupakan calon Kajari.

Dalam benchmarking ini, kata dia, ada dua lokus yang akan dijadikan lokasi menimba ilmu. Yakni, Kejari Gianyar dan Pemerintah Kabupaten Badung.

“Kejari Gianyar merupakan tempat yang dipilih, karena dianggap memiliki beberapa keunggulan program kerja, dalam ingkup kejaksaan. Seperti, dalam Datun (Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara), dan hubungan Kejari Gianyar dengan masyarakat juga bagus, dan ada lagi yang lainnya. Jadi, siswa yang kita bawa ini bisa melihat, mengamati dan menilai langsung. Kemudian mereka mengadopsi keunggulan itu ke dalam unit kerjanya masing-masing,” ujar Amran.

Amran berharap, para calon peminpin kejaksaan ini nantinya bisa membuat perubahan, dengan ide brilian untuk institusi.

“Kita harapkan mereka bisa bersaing dengan memiliki kompetensi yang cukup tinggi pada level nasional. Besok (Kamis) kita lanjutkan ke Kabupaten Badung. Kita ke sana mendatangi pemkabnya. Di Bali, ada dua tepat yang kita pelajari, Kejari Gianyar  dan Pemkab Badung. Sebab, Badung kan banyak inovasi di level skala nasional. Dan calon kejari ini, mereka harus bisa melihat, mengadopsi dan mengadaptasi semua pengetahuan yang mereka lihat,” ujarnya.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, dalam beberapa tahun ini, Kejari Gianyar telah menorehkan prestasi, dengan mesuk nominasi sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Karena itulah, Kejari Gianyar masuk dalam target studi para Pejabat Kejari yang akan naik level jabatan.

Terhadap hal tersebut, Kejari Gianyar Agung Mardiwibowo mengaku bersyukur atas hal ini.

Pihaknya pun akan terus melakukan pembenahan, supaya Kejari Gianyar menjadi lebih baik lagi.

“Nominasi  inilah yang mereka ingin pelajari dan tentunya status ini  akan terus kami tingkatkan sehingga nantinya bisa menjadi percontohan nasional,” tandas Agung. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved