Tiap Tahun Maksimal Salin 3 Lontar, 5.200 Cakepan Menumpuk di Museum Terkendala Tenaga dan Anggaran

Koleksi lontar yang ada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Lontar Gedong Kertya Singaraja berjumlah 1.808 cakepan

Tiap Tahun Maksimal Salin 3 Lontar, 5.200 Cakepan Menumpuk di Museum Terkendala Tenaga dan Anggaran
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Staf Museum Lontar Gedong Kertya Singaraja menunjukkan koleksi lontar, Rabu (19/9/2018). Pihak musem terkendala tenaga dan anggaran untuk menambah koleksi lontar. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Koleksi lontar yang ada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Lontar Gedong Kertya Singaraja berjumlah 1.808 cakepan.

Jumlah itu terbilang masih sedikit.

Untuk menambah koleksi, pengelola terkendala tenaga dan anggaran.

Kepala UPT Mesum Lontar Gedong Kertya, Gede Wiriasa mengatakan, lontar yang terdapat di museum ini diperoleh dari warga-warga yang ada di sejumlah wilayah di Buleleng.

Bahkan ada yang berusia hingga 350 tahun yang isinya mengisahkan tentang Ramayana.

"Ada pula lontar-lontar yang dipinjamkan oleh warga sehingga isinya harus disalin terlebih dahulu melalui alih aksara dan alih bahasa. Selanjutnya dibuatkan duplikatnya (ditulis kembali di atas lontar)," ujarnya, Rabu (19/9/2018).

Kata dia, saat ini ada jumlah lontar pinjaman warga sebanyak 5.200 cakepan.

Namun salinan itu masih menumpuk.

Tiap tahun pihaknya hanya mampu menduplikat sebanyak dua atau tiga salinan.

Pengerjaannya diakui Wiriasa terbilang sangat lamban.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved