Agustus 2018, Tingkat Keterisian Penumpang Singapore Airlines Group Meningkat

Tingkat keterisian penumpang mengalami peningkatan di seluruh wilayah yang disebabkan oleh arus balik dari liburan musim panas

Agustus 2018, Tingkat Keterisian Penumpang Singapore Airlines Group Meningkat
Pesawat singapore airline saat berada di apron Bandara I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pada bulan Agustus 2018, tingkat keterisian penumpang Singapore Airline (SIA) Group meningkat sebesar 4,3 poin persentase menjadi 85,2 persen.

Sistem angkutan penumpang (diukur dalam pendapatan dari sisi penumpang per kilometer) mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, melebihi pertumbuhan kapasitas (diukur dalam kursi tersedia per kilometer) sebesar 6,1 persen.

“Tingkat keterisian penumpang Singapore Airlines meningkat sebesar 4,4 persen poin persentase menjadi 84,8 persen. Sistem angkutan penumpang meningkat sebesar 8,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, berlawanan dengan adanya peningkatan kapasitas sebesar 3,2 persen,” jelas Manager Public Relations Singapore Airlines, Glory Henriette, Jumat (21/9/2018).

Ia menambahkan tingkat keterisian penumpang mengalami peningkatan di seluruh wilayah yang disebabkan oleh arus balik dari liburan musim panas yang lebih kuat.

Sistem angkutan penumpang SilkAir mengalami peningkatan sebesar 8,8 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan kapasitas sebesar 3,9 persen.

Hal tersebut menyebabkan tingkat keterisian penumpang juga mengalami peningkatan sebesar 3,6 poin persentase menjadi 79,4 persen.

Tingkat keterisian penumpang meningkat di seluruh wilayah rute penerbangan

Scoot mencatat pertumbuhan pada sistem angkutan penumpang sebesar 23,5 persen, yang melebihi ekspansi kapasitas sebesar 18,7 persen.

Oleh karena itu, tingkat keterisian penumpang meningkat sebesar 3,5 poin persentase menjadi 88,3 persen

Tingkat keterisian penumpang di seluruh wilayah meningkat karena adanya permintaan yang melebihi perubahan kapasitas.

Selain itu, peningkatan juga terus dialami pada beberapa rute tertentu menuju Asia Utara, India, Vietnam, dan Australia.

“Namun, tingkat keterisian kargo menurun sebesar 0,3 poin persentase, sebagaimana juga liintas kargo (diukur dalam kilometer-ton-angkutan) meningkat sebesar 0,9 persen,” tambahnya.

Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan pada kapasitas kargo sebesar 1,4 persen.

Tingkat keterisian kargo mengalami peningkatan di sebagian besar wilayah, kecuali Amerika dan Pasifik Barat Daya, dikarenakan adanya permintaan yang tidak dapat mengimbangi perubahan kapasitas.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved