Kisah Tanah Bercahaya di Timur Denpasar

Di wilayah Denpasar Timur terdapat satu desa yang bernama Desa Pakraman Laplap.

Kisah Tanah Bercahaya di Timur Denpasar
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Banjar Laplap, Penatih, Denpasar Timur. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di wilayah Denpasar Timur terdapat satu desa yang bernama Desa Pakraman Laplap.

Wilayahnya meliputi dua banjar adat, Banjar Adat Laplap Tengah dan Banjar Adat Laplap Kauh.

Menurut cerita yang diketahui masyarakat secara turun-temurun, nama Laplap berasal dari kata kelap-kelap (bercahaya).

“Kata penglingsir kami, dulu mereka melihat ada tanah yang berkelap-kelap di sini. Oleh karenanya wilayah ini dinamakan Laplap. Tidak begitu jelas cerita tentang bagaimana tanah wilayah ini dikatakan berkelap,” ujar Penyarikan Desa Adat Laplap, Made Dana.

Ia menuturkan sesungguhnya wilayah Laplap terdiri dari empat banjar. Namun hanya dua banjar yang tergabung dalam Desa Pekraman Laplap.

Banjar Laplap Arya masuk dalam lingkungan Desa Penatih, sedangkan Banjar Laplap Sengguan berada di wilayah Penatih Puri.

Laplap Tengah dan Laplap Kauh pun dulu sempat bernaung di wilayah Penatih Puri. Pada 1976, terjadi pemekaran wilayah sehingga muncul Desa Pakraman Laplap.

“Awalnya anggota Desa Pakraman Laplap hanya satu banjar, Laplap Tengah. Awalnya kami hanya terdiri dari 55 kepala keluarga. Sewaktu terjadi pemekaran, kami telah memiliki Pura Kahyangan Tiga sendiri. Sekitar 1986, Banjar Laplap Kauh pun bergabung dalam Desa Pakraman Laplap. Jumlah krama desa kami pun bertambah, menjadi 155 kepala keluarga,” tutur Made Dana.

Dua banjar ini pun memiliki tugas untuk merawat pura serta sesuhunan Desa Pakraman Laplap.

“Jumlah krama desa kami tidak begitu banyak. Oleh karenanya persatuan antar warga ini kami selalu jaga bersama,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help