Narat, Puluhan Warga Desa Selumbung Karangasem Kerauhan Membawa Keris

"Wuuuhhhhh," teriak Wayan Sukerti dari kerumunan penonton, Sabtu (22/9/2018) sore.

Narat, Puluhan Warga Desa Selumbung Karangasem Kerauhan Membawa Keris
Tribun Bali/Putu Supartika
Gelaran Tradisi Daratan di Jaba Tengah Pura Puseh, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem., Sabtu (22/9/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Wuuuhhhhh," teriak Wayan Sukerti dari kerumunan penonton, Sabtu (22/9/2018) sore.

Lalu ia berlari menuju ke utara ke arah panggungan, tempat joli (terbuat dari daun braksok yang diisi kayu untuk pikulan).

Beberapa orang menghampirinya lalu membuka bajunya.

Sukerti turun dari lokasi panggungan lalu mengambil keris.

Sukerti kepangluh (kerauhan). Ketika suara gong menghentak keras, ia melompat meninggalkan joli dan menuju ke depan tempat gong.

Keris yang dibawanya lalu ditebaskan pada tangannya secara bergantian.

Usai menebas kedua tangannya ia pun ngurek perutnya.

Tak hanya Sukerti, puluhan orang lainnya juga kepangluh termasuk kaum perempuan.

Bedanya, perempuan hanya menggunakan sarana canang untuk menari sementara yang lelaki membawa keris.

Teriakan histeris saling sahut menyahut menghentak di tengah kalangan yang terletak di Jaba Tengah Pura Puseh, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Gelaran Tradisi Daratan di Jaba Tengah Pura Puseh, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Sabtu (22/9/2018)
Gelaran Tradisi Daratan di Jaba Tengah Pura Puseh, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Sabtu (22/9/2018) (Tribun Bali/Putu Supartika)
Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved