Tiga Faktor Ini Diduga Menjadi Penyebab Sampah di TPA Suwung Terbakar
Penyebab kebakaran yang terjadi di TPA Suwung, Senin (24/9/2018) masih belum diketahui.
Penulis: Busrah Ardans | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyebab kebakaran yang terjadi di TPA Suwung, Senin (24/9/2018) masih belum diketahui.
Kejadian yang bermula diketahui pukul 12.15 WITA itu hingga sore harinya belum bisa diatasi oleh tim damkar.
Sementara penyebab kebakaran, ungkap I Ketut Adi Wiguna, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Kota Denpasar belum diketahui secara pasti.
Dia menduga ada tiga faktor penyebab yang bisa memicu terjadinya kebakaran.
Pertama karena gas metan, kedua puntung rokok dan ketiga kaca yang ditempa panas.
"Kalau penyebabnya belum bisa saya pastikan, tapi yang jelas informasi dari pak Wayan, itu ada ledakan gas metan (semburan), kedua puntung rokok karena musim kemarau panjang. Dan ketiga ada kaca kena sinar dan panas sehingga bisa terbakar.
Terakhir kali kebakaran pada tahun 2017 namun tidak begitu besar.
Yang besar itu sekitar tahun 2014 atau 2015.
"Saya lupa waktunya, saat kebakaran besar melanda TPA Suwung sekitar tahun 2014 atau 2015 lalu. Ini tidak terlalu besar, tapi waktu 2017 itu lebih kecil dari ini," ungkapnya.
Pihaknya sendiri sudah melakukan edukasi kepada para warga sekitar agar mencegah terjadinya kebakaran.
"Pertama kita sudah pasang papan pengumuman soal edukasi kepada masyarakat. Kedua di sini kan banyak pemulung ini, jadi merokok di area sini (TPA) gak boleh. Papan di bawah sudah tertulis, 'Dilarang Keras Merokok Masuk TPA' itu sudah ada di bawah," terang Wiguna.
Sebelumnya saat dikonfirmasi Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya sore tadi membenarkan peristiwa kebakaran itu.
Dalam wawancara singkat dengan Kapolsek Wirajaya, kemarin, dia mengatakan kejadian diketahui pukul 12.30 WITA siang.
"Iya ada kebakaran di sana, masih daerah TPA Suwung yang sumber apinya di areal sampah basah. Kejadiannya kira-kira pukul 12.30 WITA," kata dia.
Areal sampai basah itu ujarnya merupakan areal pembuangan terbaru di daerah TPA Suwung.
"Ya itu masih masuk kawasan Suwung. Api sementara belum bisa dipadamkan. Beberapa anggota sudah di sana membantu Damkar," ujarnya.
Timnya masih kesulitan karena luasnya sekitar 9 hektar.
"Penyebabnya belum diketahui. Memang kesulitan karena luasnya 9 hektar," ujarnya lagi.
Pihaknya juga kini berupaya menggali lubang menggunakannya ekskavator di sekitar sampah untuk memadamkan api. (*)