Tiga Pemandu Karaoke ‘Pesta’ Bersama Lima Pria di Dalam Kamar Kos, Anis Ngaku Awalnya Ingin Main

Anis mengaku, lima pria yang mengajaknya untuk pesta itu hanyalah teman biasa.

Tiga Pemandu Karaoke ‘Pesta’ Bersama Lima Pria di Dalam Kamar Kos, Anis Ngaku Awalnya Ingin Main
Tribun Bali / Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukkan tiga pemadu karaoke, Rabu (26/9). Mereka ditangkap lantaran terlibat pesta sabu di kamar kos. Polisi menunjukkan barang bukti yang disita dari delapan tersangka. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aparat Satuan Resnarkoba Polres Buleleng menangkap tiga pemandu karaoke di kawasan Kota Singaraja, Bali.

Ketiganya diciduk saat menggelar pesta sabu di sebuah kamar kos bersama dengan lima pria.

Mereka yang ditangkap adalah Sri Wulaningsih alias Anggun (28) asal Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah,  bersama rekannya Belqis Avansyah (20), dan Anis Adinda Ayu (21) asal Bandung Jawa Barat.

Sedangkan lima pria yang berhasil ditangkap masing-masing bernama Made Eddy Sudharmawan (38), P (17), Putu Sukrada alias Tamblang (27), Kadek Sujana alias Lempeh (33), dan Kadek Rediana Taradipa alias Kadir (21).

Anis mengaku, lima pria yang mengajaknya untuk pesta sabu itu hanyalah teman biasa.

Anis berdalih mulai terjerumus ke dunia narkotika baru satu bulan belakangan ini.

"Saya awalnya cuma mau main saja ke kamar kos itu ketemu teman-teman. Kemudian diajak nyabu, belinya patungan, nominalnya bebas, sukarela," kata dia, Rabu (26/9/2018). 

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengatakan, delapan tersangka diciduk Sabtu (15/9/2018) sekira pukul 01.30 Wita, di kamar kos jalan Ki Barak Panji Sakto, Gang Palma 3, Banjar Dinas Galiran, Desa Baktiseraga, Buleleng.

Saat ditangkap, seluruhnya dalam pengaruh narkoba.

Sementara barang bukti yang berhasil disita di antaranya satu buah alat hisap sabu (bong) berisi sabu, uang tunai Rp 120 ribu, dan empat unit telepon seluler.

Di hadapan polisi, delapan tersangka mengaku sudah sering menggelar pesta sabu-sabu. Barang haram tersebut didapat dari tersangka Made Eddy yang juga berperan sebagai pengedar.

"Jadi ketiga pemandu karaoke ini diundang oleh tersangka Eddy untuk menggelar pesta sabu bersama dengan rekan-rekannya. Dari hasil tes urine seluruhnya positif. Ini sangat memprihatinkan, masyarakat sudah berani melaksanakan pesta narkoba di kamar-kamar kos," kata AKBP Suratno.

AKBP Suratno menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan rehab kepada para tersangka, mengingat seluruhnya mengaku sudah sering mengonsumsi sabu-sabu. Akibat perbuatannya, para tersangka diancam hukuman pasal 112 ayat (1), dengan hukuman kurungan penjara paling lama 12 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 8 Miliar.

"Untuk tiga pelaku perempuan ini kan mohon maaf karena profesinya sehingga mereka sudah terbiasa dengan barang-barang terlarang. Kami akan tetap proses hukum karena sudah berulang kali, todak ada rehab," ujarnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved