Mencampur Bensin dengan Tipe Berbeda Ternyata Berpengaruh Terhadap Kinerja Mesin, lho

Pasti banyak pengguna motor mencoba mencampur bensin dengan oktan yang lebih tinggi

Mencampur Bensin dengan Tipe Berbeda Ternyata Berpengaruh Terhadap Kinerja Mesin, lho
Tribun Bali/Busrah Hisam Ardans
Petugas SPBU tengah mengisi tangki kendaraan bermotor di SPBU Pertamina 54.801.39, Jl Kamboja, Kota Denpasar, Senin (26/3/2018) siang. 

TRIBUN-BALI.COM - Pasti banyak pengguna motor mencoba mencampur bensin dengan oktan yang lebih tinggi.

Ternyata mencampur bensin dengan tipe yang berbeda ini bisa berbahaya.

Hal ini dibuktikan dan sudah diteliti oleh dosen teknik mesin ITB.

Meski secara pengeluaran jadi bisa lebih hemat, perilaku mencampur bahan bakar ini ternyata bisa menimbulkan efek negatif.

"Sebabnya Premium tidak memiliki zat aditif, maka jika dicampur dengan Pertalite RON 90 misalnya, zat aditif yang ada di Pertalite akan berkurang dan berpotensi menimbulkan kerak," terang Dr. Ing. Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, peneliti ITB.

Dimulai dari banyaknya kerak pada piston, kepala silinder dan sekeliling payung klep.

Menumpuknya kerak ini bisa menimbulkan knocking atau ngelitik dan performa mesin yang turun drastis.

Selain dapat menimbulkan kerak pada ruang bakar, akibat mencampur bensin ini pun berpengaruh langsung terhadap kinerja mesin.

Karena kerja mesin motor jadi tidak optimal bisa membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih boros.

Untuk saat ini memang lebih baik pakai Pertamax dibandingkan dengan Premium untuk sistem pembakaran.

Jadi lebih baik para pengguna motor untuk memakai salah satu tipe bahan bakar.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kebiasaan Campur Premium dan Pertamax di Motor Rugikan Mesin

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved