Berita Banyuwangi

Pelukis 'Paju Gandrung' Koleksi Istana Negara, Buka Galeri Seni di Banyuwangi

Lukisan Paju Gandrung yang menjadi salah satu koleksi istana negara, dibuat oleh pelukis asal Banyuwangi.

Pelukis 'Paju Gandrung' Koleksi Istana Negara, Buka Galeri Seni di Banyuwangi
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat menghadiri pembukaan Omah Seni , S Yadi K 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI -- Lukisan Paju Gandrung yang menjadi salah satu koleksi istana negara, dibuat oleh pelukis asal Banyuwangi.

Dia adalah S Yadi K. Telah banyak karya-karya Yadi yang dipamerkan di tingkat nasional maupun internasional.

Pameran tunggalnya pernah dihelat di Edwin Gallery dan Taman Ismil Marzuki Jakarta.

Beberapa karyanya juga pernah dilelang di Balai Lelang Christie's dan Shotheby's di Singapura. Yadi kini membuka galeri lukis bernama Omah Seni di kediamannya.

Galeri seni yang berada di jalan Kuntulan, nomor 135, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah ini menyajikan puluhan lukisan karya S Yadi K dan para pelukis asal Banyuwangi lainnya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengapresiasi pembukaan galeri tersebut. Menurutnya, ini akan semakin memperkaya khazanah kesenian dan kebudayaan di Banyuwangi.

"Kesenian Banyuwangi memiliki keistimewaan tersendiri. Mulai dari lagu, tari-tarian hingga karya lukis para perupanya. Tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga di nasional, bahkan kancah internasional. Tentu, dengan adanya galeri ini, seni lukis akan semakin memperbesar sumbangsihnya pada khazanah kebudayaan di Banyuwangi," ujar Anas, Selasa (2/10/2018).

Anas juga mendorong tempat tersebut tidak hanya eksklusif untuk para pecinta seni saja. Namun, juga bisa menjadi destinasi wisata baru di Banyuwangi.

“Tempat ini, saya kira menarik, untuk menjadi salah satu alternatif destinasi wisata di Banyuwangi. Selama ini, banyak tamu saya yang penasaran dengan proses kreatif dari Pak Yadi ini. Akan menarik bila wisatawan bisa ke mari. Selain menikmati lukisan, mereka juga bisa menyaksikan dan terlibat langsung dari aktivitas melukis,” ungkap Anas.

Keberadaan Omah Seni tersebut, lanjut Anas, akan melengkapi destinasi Gunung Ijen. Para wisatawan setelah mendaki ke Ijen, bisa menikmati jenis wisata lain di bawahnya.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved