Atlet Muaythai Bali, Luh Mas Sri Peroleh Medali Emas di Kejurnas Muaythai Pelajar & Mahasiswa 2018  

Atlet Muay Thai Bali, Luh Mas Sri Diana Wati (16) mendapatkan medali emas di kategori Junior -54 kg Putri pada Kejurnas Muay Thai

Atlet Muaythai Bali, Luh Mas Sri Peroleh Medali Emas di Kejurnas Muaythai Pelajar & Mahasiswa 2018  
Istimewa
Tim Muay Thai Bali dan Luh Mas Sri Diana Wati. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Atlet Muay Thai Bali, Luh Mas Sri Diana Wati (16) mendapatkan medali emas di kategori Junior -54 kg Putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muay Thai Pelajar & Mahasiswa ke 1, Piala Bergilir Menpora Mendikbud dan Menristekdikti di Gor Gelanggang Remaja Ciceri, Serang, Banten, tanggal 26-30 September 2018.

Sebanyak 5 atlet Muay Thai Bali yang dikirim untuk mengikuti Kejurnas di Banten memberikan prestasi yang luar biasa.

Para atlet tersebut menyumbangkan 5 medali untuk Bali, satu di antaranya Luh Mas Sri Diana Wati yang berhasil mendapatkan medali emas di kategori Junior -54 kg Putri.

Untuk bisa mendapatkan medali emas tersebut, Sri harus menang bertanding melawan beberapa lawannya seperti atlet Muay Thai Banten yang ia temui di semifinal, dan atlet Muay Thai Papua yang ia temui di babak final.

Ia mengaku bangga dan senang dengan prestasi yang ia peroleh saat Kejurnas tersebut.

“Perasaannya tentu cukup bangga dan seneng sudah bisa mengharumkan nama Bali, Buleleng juga, dan bisa membanggakan kedua orang tua saya juga, karena saya bisa membawa pulang medali emas,” ucapnya saat dihubungi Tribun Bali, Senin (1/10/2018)

Di antara lawan-lawan yang ia hadapi, baginya atlet Papua merupakan lawan yang paling membuatnya kesulitan dan kewalahan.

“Lawan Papua pas di final, karena Papua itu kan terkenal keras, saya jadi deg-degan gitu pas baru dengar saya akan melawan Papua di final, tapi saya berusaha bagaimana caranya agar bisa mengalahkannya, dan saya yakin bahwa saya pasti bisa. Saya memakai teknik pastinya (saat melawan Papua) dan sempat di ronde ke-3 terdesak juga karena kan fisik saya di ronde terakhir itu sudah agak habis ya, tapi saya beruntung bisa juga melawan pakai teknik saya dan dengar instruksi dari pelatih saya juga. Dia (atlet Papua) badannya lebih gede, dia juga lebih berat dari saya dan syukur di semua ronde saya menang,” ucapnya.

Walau telah mendapatkan medali emas di Kejurnas tersebut, gadis yang memiliki kulit sawo matang ini tetap menemukan kekurangan yang ingin ia perbaiki.

“Kekurangan yang ingin saya perbaiki yaitu fisik, teknik dan ada banyak kekurangan saya juga yang akan saya perbaiki, saya ingin meningkatkan prestasi lagi supaya bisa mempertahankan juara itu, karena mempertahankan juara itu sulit bagi saya,” ucap siswi SMK Negeri 1 Singaraja ini.

Halaman
12
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved