Cukup Bayar Rp 100 Ribu, Anda Akan Dimanjakan Puluhan Rasa Cokelat di Factory Pod Bali Choklat

ensasi menyenangkan dengan harga terjangkau. Itulah yang dirasakan saat berkunjung ke Main di Factory Pod Bali Choklat

Cukup Bayar Rp 100 Ribu, Anda Akan Dimanjakan Puluhan Rasa Cokelat di Factory Pod Bali Choklat
TRIBUN BALI/KARSIANI PUTRI
Kreasikan Coklat- Peserta touring tampak tengah membuat coklatnya sendiri di Main Factory Pod Bali Choklat, Jalan Denpasar-Singaraja No 29, Mengwi, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sensasi menyenangkan dengan harga terjangkau.

Itulah yang dirasakan saat berkunjung ke Main di Factory Pod Bali Choklat di Jalan Denpasar-Singaraja No 29, Mengwi Bali.

Lebih asyik lagi, setiap pengunjung cukup merogoh isi dompet Rp 100 ribu untuk bisa menikmati dan berbagai kegiatan seru.

Pengunjung dapat mengetahui lebih lengkap mengenai asal mula cokelat.

Baca: Suporter Tuan Rumah Arema Masuk Lapangan, Tantang Berkelahi Kiper Persebaya

Baca: Wali Kota Prabumulih Klarifikasi Tak Ada Jatos, Namun Ini yang Diterima Sang Asisten III

Baca: Kenapa Atiqah Hasiholan yang Masih Bungkam? Ternyata Begini Hubungannya dengan Sang Ibu

Mulai dari informasi siapa saja yang terlibat dalam pengolahan, bagaimana cara mengolahannya, sampai dengan pembuatan cokelat yang nantinya bisa dibawa pulang oleh pengunjung.

Sensasi lain adalah, setiap pengunjung yang datang bisa mencicipi 20 varian rasa cokelat yang telah diproduksi Pod Bali Choklat.

"Dengan biaya tersebut, pengunjung dapat informasi dan pengalaman langsung dalam membuat cokelat. Nantinya cokelat tersebut bisa langsung dibawa pulang untuk diberikan kepada orang-orang yang mereka sayangi," jelas Director Pod Bali Choklat, I B Nama Rupa atau yang biasa disapa Gus De pada tribun-bali.com, Sabtu (6/10/2018).

Dengan diberikannya edukasi serta pengalaman dan didampingi langsung Gus De, diyakininya akan muncul rasa kecintaan serta keyakinan pengunjung terhadap cokelat Pod Bali Choklat.

Adapun founder dari Perusahaan ini, yakni Tobias Challanger Garrit dan I G AA Inda Trimafo Yudha.

Mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa, Main Factory Pod Bali Choklat ini telah sering menjamu peserta tur yang mencapai angka 200 peserta dalam satu harinya.

Ini menunjukkan, bukan hal yang tidak mungkin sebuah pabrik dapat menjadi destinasi wisata dan edukatif.

Gus De menyebut, kunjungan touring biasanya akan disesuaikan dengan konten yang dipilih pengunjung.

Seperti, konten mengenai storycalnya, sisi bisnis, tourism.

"Kami yakin perusahaan ini akan semakin dikenal. Produksi semakin meningkat, dan tentu saja akan berdampak kepada penjualan juga. Serta yang paling penting akan makin banyak biji kakao dan petani kakao yang akan kami support," jelas Gus De.

Bukan hanya bisnis di dalam negeri, Gus De optimistis Pod Bali Choklat akan semakin melebarkan sayapnya ke pasar ekspor di berbagai daerah di luar negeri. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved