Sidak OPD di Denpasar, Puluhan ASN Terlambat dan Ada yang Mewarnai Rambut

Dari sidak yang dilakukan di dua OPD, puluhan ASN terlambat datang sehingga terjaring sidak

Sidak OPD di Denpasar, Puluhan ASN Terlambat dan Ada yang Mewarnai Rambut
Istimewa
Pelaksanaan sidak ASN di Pemkot Denpasar, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Gerakan Nasional (GDN) Kota Denpasar yang dikoordinasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan sidak di dua organisasi perangkat daerah (OPD), yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) dan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Senin (8/10/2018) pagi.

Tim GDN yang terbagi dua tersebut dipimpin Sekretaris BKPSDM I Wayan Sudiana dan Kabid Penilian Kinerja Aparatur dan Penghargaan AAN Oka Wiranata.

Dari sidak yang dilakukan di dua OPD tersebut, puluhan ASN terlambat datang sehingga terjaring sidak.

Selain itu juga masih ditemukan penggunaan atribut yang kurang lengkap.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) I Ketut Mister mengatakan, sidak yang dilakukan ini sebagai pengawasan terhadap disiplin ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri.

“Sidak yang dilakukan merupakan pembinaan terhadap pegawai yang ada di lingkungan Pemkot Denpasar. Sehingga dapat sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Mister.

Dalam sidak yang melibatkan instansi terkait juga mengawasi etika pegawai mulai dari tata pakaian, sehingga dapat menggunakan atribut pengenal yang lengkap.

Hasil sidak ini akan langsung dilaporkan pada pimpinan termasuk juga mengirim surat pada pimpinan OPD terkait untuk ditindaklanjuti hasil sidak tersebut.

“Kalau memenuhi syarat untuk dikenakan tindakan disiplin akan dilakukan tindakannya,” imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help