Ngopi Santai

Apakah Miracle Itu Ilmiah?

Orang yang terbiasa mengandalkan logika dan otak kiri (rasio) dalam hidupnya, tidaklah mudah menerima begitu saja keajaiban.

Apakah Miracle Itu Ilmiah?
Public Domain via Pixabay
Ilustrasi sinar matahari 

(8 menit untuk membacanya)

TRIBUN-BALI.COM - Adakah keajaiban (miracle) dalam kehidupan

Dan apakah miracle itu ilmiah atau cuma tahayul dan klenik belaka?

Jawaban secara umum, tentu saja ada keajaiban-keajaiban dalam kehidupan.

Namun, orang yang terbiasa mengandalkan logika dan otak kiri (rasio) dalam hidupnya, tidaklah mudah menerima begitu saja keajaiban.

Kecuali mungkin keajaiban itu dilihatnya secara langsung atau dialaminya sendiri. 

Bagi kaum rasionalis-logis, kehidupan itu sudah jelas matematikanya.

Filsuf Rene Descartes (1596 – 1650) boleh dikata adalah `Bapak Rasionalisme’ modern, kendati di abad-21 belakangan ini ada nama baru yang mencuat sebagai garda depan kaum rasionalisme, yakni Richard Dawkins. 

(bedakan nama Richard Dawkins dengan David Hawkins yang disebut di bawah nanti, yang pemikirannya justru berkebalikan dengan Richard Dawkins yang dijuluki sebagai "guru" kaum ateis masa kini)

Cogito Ergo Sum (Aku Berpikir, maka Aku Ada)”, demikian kalimat Descartes yang terkenal. 

Halaman
1234
Penulis: Sunarko
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved