Gelar Monev Sasar Toko Modern & Pusat Perbelanjaan di Denpasar, Begini Ajakan DLHK pada Warga

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi (Monev)

Gelar Monev Sasar Toko Modern & Pusat Perbelanjaan di Denpasar, Begini Ajakan DLHK pada Warga
Istimewa
Suasana pelaksanaan monitoring dan evaluasi di beberapa toko modern di Kota Denpasar, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi (Monev) ke sejumlah toko modern di Denpasar, Selasa (8/10/2018).

Kegiatan ini dalam rangka mendukung pelaksanaan Perpres No. 97 Tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah dan sejenis sampah rumah tangga, sebagai upaya mendukung pengurangan penggunaan sampah plastik sebesar 30 persen pada tahun 2025.

Sekretaris DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, mengatakan, upaya ini untuk menyukseskan program nasional dalam mewujudkan pengurangan sampah plastik sebesar 30 persen pada tahun 2025.

Dalam melaksanakan program nasional untuk mengurangi penggunaan plastik di Kota Denpasar, pihaknya kata dia memberikan dukungan penuh.

Menurutnya, pemerintah kota (Pemkot) Denpasar juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor : 658/2529/DLHK tahun 2018 tentang upaya mengurangi penggunaan plastik di Kota Denpasar, sehingga kegiatan ini juga guna memastikan penerapan SE tersebut.

“Saat ini kita sudah memiliki surat edaran yang menjadi acuan dalam pengurangan penggunaan sampah plastik di Kota Denpasar,” katanya.

Dengan adanya surat edaran tersebut, pihaknya berharap agar seluruh toko modern dan pusat perbelanjaan dapat mensosialisasikan kepada konsumen secar bertahap.

Dengan demikian, pada tahun 2019 di seluruh toko modern dan pusat perbelanjaan tidak lagi menggunakan kantong plastik serta bahan plastik lainya.

“Kegiatan kali ini bertujuan untuk memastikan apakah seluruh toko modern dan pusat perbelanjaan sudah melaksanakan SE dengan baik, ini dalam upaya mendukung gerakan nasional mengurangi sampah plastik,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gustra ini juga mengatakan, selain toko modern dan pusat perbelanjaan, kesadaran masyarakat untuk membantu memilah sampah dan memanfaatkan bank sampah juga dimaksimalkan.

Guna mengurangi sampah plastik, Gustra mengimbau agar dalam setiap kegiatan dapat disiasati dengan penggunaan tas ramah lingkungan atau pembungkus makanan yang ramah lingkungan.

Ia mencontohkan, pada setiap pelaksanaan kegiatan rapat hendaknya mengurangi penggunaan bahan plastik seperti pembungkus ataupun kemasan.

Instansi atau perusahaan juga diharapkan tidak lagi menggunakan kantong plastik dalam keseharian terutama dalam aktivitas perbelanjaan, serta menolak menggunakan kantong plastik yang ditawarkan dan sebaiknya menggunakan kantong alternatif ramah lingkungan.

“Mari kita bersama meminimalisir penggunaan produk plastik mulai saat ini, kami menghimbau kepada instansi atau perusahaan pemerintah maupun swasta, pelaku usaha serta masyarakat agar menyerukan serta mensosialisakan menyetop penggunaan produk plastik, sehingga tidak mustahil di tahun 2025 mendatang bisa terbebas dari sampah plastik,” pungkasnya.

Kegiatan dengan menyasar seluruh toko modern dan pusat perbelanjaan di Kota Denpasar ini dijadwalkan berlangsung hingga 25 Oktober 2018 mendatang. (*)

Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved