Gubernur Koster Ungkap Komunikasi dengan Menteri PU Terkait Proyek Senilai Rp 1,5 Triliun

Gubernur Koster Ungkap Komunikasi dengan Menteri PU Terkait Proyek Senilai Rp 1,5 Triliun

Gubernur Koster Ungkap Komunikasi dengan Menteri PU Terkait Proyek Senilai Rp 1,5 Triliun
Istimewa
Gubernur Bali, Wayan Koster saat menghadiri sidang paripurna DPRD Bali pada Rabu (3/10/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Koster ungkap komunikasinya dengan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Komunikasi itu terkait dengan keinginan Gubernur Koster yang ingin membangun jalan pintas atau shortcut Singaraja-Denpasar.

"Sekarang ini saya berkali-kali bicara dengan Menteri PU untuk shortcut Singaraja-Denpasar. Tadi pagi saya sudah pertemuan," terangnya saat jumpa pers di Kantor Gubernur Bali pada Selasa, (09/10/2018) sore.

Baca: Cemburu Buta, Pasutri Saling Tikam di Dusun Akasia, Keduanya Tewas Bersimbah Darah di Depan Anaknya

Gubernur Koster menjelaskan, pembangunan shortcut tersebut pada titik 5 dan 6 saat ini sudah dianggarkan oleh KemenPUPR sebanyak 165 Milyar.

Sedangkan pada titik 3 dan 4, nantinya akan minta didanai dari APBN lagi yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar 230 Milyar.

Menurut Gubernur Koster, usai melakukan pembicaraan dengan dirinya Menteri PU, Basuki Hadimuljono langsung melakukan survey ke lapangan untuk meninjau titik 1 sampai 6.

Baca: 24 Flight VVIP dan 64 Flight VIP Mendarat dan Berangkat dari Bandara Ngurah Rai

"Barusan saya teleponan, beliau sudah meninjau sampai titik 6," terangnya.

Untuk pembangunan pada titik 7 dan 8, Koster akan memintanya pada tahun 2020, sedangkan titik 9 dan 10 akan diusulkan pada 2021.

Jika dihitung secara keseluruhan, nominal biaya yang dibutuhkan untuk membangun shortcut tersebut sebanyak Rp 1,3 triliun dengan anggaran pembebasan lahan sekitar 230 Milyar.

Pembebasan lahan untuk proyek tersebut sepenuhnya berasal dari APBD Provinsi Bali.

Gubernur Koster mengatakan, masih banyak program-program lain yang akan dirinya usulkan ke berbagai kementerian yang ada di pemerintahan Presiden Jokowi tersebut.

"Jadi saya betul-betul ingin menggunakan momentum ini secara politik untuk menaikkan posisi Bali," papar Koster. (*)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved